Ini Strategi BNI Percepat Penyaluran Bansos di Masa PPKM Darurat

26 Juli 2021 22:03 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Laila Ramdhini

Nasabah melakukan transaksi di salah satu cabang Bank Negara Indonesia (BNI) di Jakarta, Rabu, 23 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mempercepat penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. 

Percepatan ini merupakan dukungan bagi program pemerintah terkait upaya percepatan penyaluran Bansos, baik Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Program Sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat ini.

“Upaya percepatan penyaluran Bansos yang kami lakukan ini merupakan tindak lanjut terhadap arahan Presiden sebelumnya serta hasil Rapat Koordinasi tingkat menteri yang dipimpin Menko Maritim & Investasi pada 22 Juli yang lalu,” kata Direktur Utama BNI Royke Tumilaar dalam siaran pers, Senin 26 Juli 2021.

Dalam hal ini, Kementerian Sosial mengamanahkan BNI untuk menyalurkan Program Sembako kepada 5,7 Juta KPM dengan total dana sebesar Rp9,46 triliun. Selain itu, Bansos PKH kepada 4,1 Juta KPM dengan total dana sebesar Rp7,05 triliun. KPM penerima bantuan tersebut tersebar di 108 kota dan kabupaten. 

“Saat ini semua dana tersebut telah langsung disalurkan kepada rekening & wallet (dompet virtual) KPM sesuai peruntukannya,” tambah Royke.

Langkah Percepatan

Sejumlah strategi percepatan yang diambil misalnya, memberikan informasi kepada KPM untuk segera mencairkan seluruh Bansos yang telah diterima, yaitu untuk Program sembako atau BPNT dalam tiga tahap sekaligus mulai dari Tahap VII, VIII dan hingga IX. 

Selain itu, BNI menyalurkan juga Bansos PKH satu Tahap. Upaya lainnya adalah mengingatkan e-Warong atau Agen46 penyalur Bansos untuk memastikan stok sembako telah tersedia dengan harga wajar.

Kemudian, memastikan kesiapan mesin EDC pada e-warong atau Agen46, ATM BNI di seluruh Indonesia bisa beroperasi 24 Jam dengan stok uang yang selalu terjaga, serta mengingatkan untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (5M) saat petugas BNI atau KPM bertransaksi di e-Warong atau Agen46 maupun di ATM.

BNI telah menyiapkan lebih dari 51 ribu Agen46 penyalur Bansos dan  lebih dari 17.000 mesin ATM yang bisa digunakan sebagai tempat transaksi Bansos oleh KPM. Royke mengimbau kepada seluruh KPM Penerima Bansos untuk segera mencairkan semua Bansos yang sudah masuk rekening atau wallet masing masing. 

Berita Terkait