Ini Rencana dan Alasan Erick Thohir Pisahkan Inalum dari MIND ID

28 September 2021 14:09 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Amirudin Zuhri

Bendungan PLTA milik PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau BUMN Inalum / Dok. Inalum (Inalum.id)

JAKARTA – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum akan memisahkan diri dari entitas Mining Industry Indonesia (MIND ID) yang menjadi pemimpin holding BUMN Pertambangan.

Direktur Layanan Strategis MIND ID Ogi Prastomiyono menjelaskan pemisahan ini didasari atas dua tugas MIND ID. Selama ini, MIND ID memiliki tugas sebagai pemimpin holding sekaligus operator pabrik.

Pemisahan antara MIND ID dan Inalum dilakukan agar MIND ID bisa fokus dalam melaksanakan tugas sebagai pemimpin holding dan Inalum bisa fokus sebagai operator pabrik aluminium.

“Fungsi holding akan dipisahkan dengan fungsi operating. Kita harap holding akan bersifat strategic dan bentuk akhir dari holding-isasi yang dimulai sejak 2017,” ujar Ogy dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI, Senin, 27 September 2021.

Sebagai informasi, selama ini MIND ID dan Inalum adalah entitas yang sama. Pemisahan ini nantinya akan membuat struktur Inalum berada di bawah MIND ID sebagai pemimpin holding. 

Nantinya, pemisahan akan membuat 100% saham MIND ID dimiliki langsung oleh pemerintah. Selanjutnya, Inalum akan dimiliki pemerintah lewat MIND ID dengan 100% kepemilikan saham.

MIND ID sebagai pemimpin holding juga memiliki 65% saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), 65,9% saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), 65% saham PT Timah Tbk (TINS), dan 51,2% saham PT Freeport Indonesia.

Ogi mengatakan MIND ID nantinya juga bisa berkembang lagi dan memiliki anak usaha lain yang saat ini dalam proses. Contohnya, MIND ID Trading, PT Indonesia Papua Metal dan Mining (IPMM), PT Indonesia Battery Corporation (IBC), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Saat ini, MIND ID tercatat memiliki 25% saham di IBC yang akan membangun pabrik baterai listrik dari hulu hingga hilir dan 20% saham di Vale Indonesia.

Ada tiga keuntungan dari pemisahan ini menurut Ogi. Pertama adalah pemisahan peran, kedua keberlanjutan atau sustainability, dan ketiga bisa menciptakan peluang pendanaan. 

“Beberapa pertimbangan ini sudah kita bicarakan dan beberapa opsi sudah dilakukan. Menteri BUMN secara prinsip sudah meminta proses lebih lanjut dan Menteri BUMN sudah ajukan untuk izin prakarsa PP dan PMK,” kata Ogi.

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak menambahkan, saat ini proses pemisahaan Inalum dengan MIND ID ini menunggu peraturan pemerintah.

“Proses pemisahan MIND ID dan Inalum operating sudah di Kemenkeu, dan surat dari Menteri BUMN ke Menkeu dan dalam proses penerbitan PP terkait ini. Kalau pemisahan bisa tahun ini atau awal tahun depan,” kata Orias.

 

Berita Terkait