Ini Profil 3 Calon Dewas SWF yang Dipilih Jokowi dan Diumumkan Sri Mulyani

January 22, 2021, 03:35 PM UTC

Penulis: Aprilia Ciptaning

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengumumkan tiga nama calon dewan pengawas (Dewas) Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia.

Ketiga nama tersebut berasal dari kalangan profesional, yakni Haryanto Sahari, Cyril Noerhadi, dan Yozua Makes.

“Calon dewas telah melalui proses seleksi terbuka yang dipilih oleh Presiden Joko Widodo,” ungkap Ani yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Dewas LPI. Selain itu, kata dia, nama tersebut sudah dikonsultasikan dan menjadi pertimbangan bagi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Ani mengungkapkan, proses seleksi dilakukan melalui beberapa tahap, mulai rekam jejak hingga uji kompetensi. Nantinya, nama yang terpilih akan melengkapi susunan dewas LPI bersama Menkeu dan anggotanya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Adapun calon dewas Haryanto Sahari saat ini merupakan Komisaris Independen PT Bank Permata Tbk (BNLI) sejak 2017. Ia juga pernah tercatat sebagai Komite Audit Perseroan di Rumah Sakit Hermina pada 2018.

Selain itu, jabatan lain yang diembannya adalah Komite Audit PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan Komisaris Utama PT Bukit Barisan Indah Prima sejak 2011.

Sementara calon kedua Cyril Noerhadi, saat ini ia merupakan Komisaris Rumah Sakit Hermina. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Komisaris Utama (Independen) PT Mandiri Sekuritas, Komisaris Independen PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT), dan Direktur Utama Director Creador Indonesia.

Kemudian posisi lain yang pernah ditempati antara lain Managing Director PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan Partner PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia – Corporate Finance. Ia pernah pula menjadi pemimpin sebagai Direktur Utama PT Bursa Efek Jakarta, Direktur Utama PT KDEI, dan Executive Director PT Danareksa.

Terakhir, nama Yozua Makes terkenal sebagai pengacara keuangan perusahaan dengan pengalaman lebih dari 30 tahun. Ia sendiri merupakan founder Grup Plataran, usaha resor kelas internasional.

Sebagai informasi, belum lama ini Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa LPI akan menjadi mitra strategis investasi yang kuat secara hukum dan kelembagaan. Selain itu, lembaga ini juga menjadi mitra strategis andal dan tepercaya untuk pembangunan ekonomi dalam jangka panjang dan berkelanjutan.

Nantinya, pemerintah akan menyetorkan modal awal tunai sebesar Rp15 triliun dan saham BUMN Rp50 triliun. Peraturan mengenai LPI selaku lembaga pengelola investasi nasional disebutkan sudah selesai. Hal ini diharapkan dapat menangkap peluang investasi dan solusi alternatif pembiayaan pembangunan.

 “Pembentukan SWF ini diperlukan untuk memenuhi pembiayaan yang semakin besar ke depan, dan juga untuk meningkatkan FDI Indonesia serta untuk menurunkan rasio piutang terhadap PDB Indonesia,” jelas Presiden Jokowi. (SKO)

Berita Terkait