Ini Alasan Laba Bank Permata 2021 Melejit 71 Persen

23 Maret 2022 23:00 WIB

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rizky C. Septania

Kantor Bank Permata (TrenAsia)

JAKARTA -PT Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan laba bersih bank only Rp1,23 triliun pada tahun 2021, naik 71 persen dibandingkan dengan periode 2020 yang sebesar Rp723 miliar. 

Menilik laporan keuangan perusahaan, laba tersebut utamanya didorong oleh pendapatan operasional bunga bersih (net interest income/ NII) yang tumbuh 17 persen dari Rp6,77 triliun di 2020 menjadi Rp7,97 triliun di tahun 2021. 

Hal ini juga mencerminkan pengelolaan dana, baik simpanan nasabah maupun dana setoran modal dari pemegang saham, dapat dikelola secara optimal. 

Meski pendapatan bunga sepanjang 2021 stagnan di sekitar Rp11,89 triliun, namun perusahaan berhasil menekan beban bunga dari Rp5,11 triliun di 2020 menjadi hanya Rp3,92 triliun di 2021.

Sayangnya, dari sisi pendapatan/ beban operasional selain bunga, secara keseluruhan tahun 2021 masih mengalami pembengkakan beban menjadi Rp6,55 triliun dari Rp5,17 triliun di 2020.

Dengan demikian laba operasional tahun 2021 keseluruhan sebesar Rp1,416 triliun, masih lebih rendah dari laba operasional tahun 2020 sebesar Rp1,598 triliun.

Selain ditopang laba operasional, laba bersih perusahaan juga didorong laba non operasional yang tumbuh menjadi Rp148,74 miliar di 2021 dari Rp19,99 miliar. Sehingga total laba sebelum pajak perusahaan di 2021 sebesar Rp1,565 triliun, susut dari Rp1,618 triliun di 2020.

Di satu sisi, pajak penghasilan perusahaan di tahun 2021 juga susut dari Rp894,59 miliar di 2020 menjadi Rp334,39 miliar. 

Untuk tahun 2022, perusahaan akan terus fokus meningkatkan pendapatan bunga bersih dan laba bersih, menjaga pencadangan untuk loan provisioning sesuai dengan kualitas dari semua segmen serta menjaga ongkos operasional agar bisa flat seperti tahun 2021. 

“Kami akan melanjutkan strategi yang telah diterapkan pada 2021,” kata Vice President Director Bank Permata Meliza M. Rusli.

Berita Terkait