Kisah Tragis Pedagang Nyaris Kena Tipu Online, Simak Tipsnya Agar Terhindar dari Penipuan

JAKARTA – Masih terekam jelas dalam ingatan Dian, satu tahun yang lalu dirinya hampir menjadi korban kejahatan bisnis online. Dian  selalu menyempatkan diri membeli kain tradisional di setiap kota yang disinggahi selama perjalanan dinasnya.

Batik dan tenun itu selanjutnya dijual di sebuah marketplace. Beberapa kali Dian menangguk untung yang terbilang besar karena kain yang dijualnya tergolong unik dan menarik.

Hingga suatu hari seorang perempuan menyatakan ketertarikannya membeli batik tulis yang dijual dengan harga Rp500.000. Ia menanyakan apakah Dian memiliki rekening bank tertentu.

Sebelum dijawab, perempuan itu telah mentransfer Rp500.000 melalui aplikasi uang elektronik di ponsel pintarnya. Ia mengirimkan bukti transfer lewat layanan aplikasi pesan. Namun dalam hitungan menit Dian diminta mengembalikan uang yang ditransfer.

Dian yang saat itu sedang pulang ke rumah orangtuanya bingung. Sulit baginya mencapai lokasi ATM untuk memeriksa apakah benar uang itu telah masuk ke rekeningnya atau belum.

Perempuan itu terus mendesak Dian segera mengembalikan uang, hingga memintanya meminjam uang ke saudara atau teman. Tanpa pikir panjang, Dian  yang diliputi kebingungan menghubungi teman dekatnya.

Temannya itu memberitahu bahwa Dian tengah digiring ke dalam pusaran kejahatan bisnis online. Bukti-bukti yang diperoleh dari internet dibuka di hadapannya.

Dian terdiam. Ia bersyukur luput menjadi korban. Perempuan itu terus memaksanya. Dian balas menghardiknya. Sejak itu perempuan itu tidak pernah menghubunginya lagi. Esok pagi, karena masih penasaran, Dian mendatangi bank terdekat untuk mengecek transaksi terakhir. Ternyata perempuan itu tidak pernah mentransfer uang.    

Simak tips berikut agar kamu terhindar dari upaya kejahatan bisnis online:

Jangan mudah memberi informasi pribadi yang tidak ada hubungannya dengan transaksi

Informasi pribadi itu, di antaranya rincian rekening bank, fotokopi identitas, atau data pribadi lainnya. Ingat, tidak semua orang sebaik yang kamu kira.

Pastikan halaman yang kamu tuju adalah situs ecommerce

Situs ecommerce menggunakan dot com atau dot co dot id.  Situs resmi tidak menggunakan platform blogspot atau wordpress yang gratis. Jangan terkecoh dengan tampilan yang sekilas resmi, tapi nyatanya situs palsu.

Segera hubungi admin atau CS untuk mengklarifikasi setiap informasi atau berita yang diterima

Berhati-hati dan waspada itu sebuah keharusan dalam bertransaksi online. Di dunia nyata saja kita bisa menjadi korban, apalagi di dunia maya di mana pembeli dan penjual tak bertemu secara langsung.

Ganti password secara berkala

Hindari password yang mengandung informasi pribadi seperti tanggal lahir. Untuk lebih meningkatkan keamanan, disarankan password adalah kombinasi angka, huruf, dan simbol. Semakin panjang password, semakin baik. Selain itu, jangan memakai password yang sama untuk setiap akun.

Satu lagi, jangan pernah memberitahukan password kepada pihak manapun. Belanja online boleh, asal tetap waspada ya.

Tags:
bisnis onlinebodongE-commerceecommerceIlegalkejahatan bisnis onlinekejahatan cyberkejahatan onlinePenipuan digitalPenipuan online
%d blogger menyukai ini: