Ingin Memulai Bisnis F&B Saat Pandemi? Simak Tips Chef Arnold

JAKARTA-Memulai bisnis makanan atau kerap disebut sebagai food and beverage (F&B) di tengah pandemi masih sangat mungkin dilakukan dengan memperhatikan sejumlah hal.

Chef Arnold Poernomo mengatakan untuk memulai bisnis F&B sangat banyak caranya. Bisa dimulai dari buat PO (preorder) dari rumah, sampai mengikuti pembinaan agar bisa jalani bisnis lebih baik.

Selain membuat produk yang bagus dan menarik konsumen, pelaku bisnis makanan juga harus peka dan beradaptasi dengan penggunaan teknologi dan internet guna memasarkan produknya lebih luas lagi.

Lebih lanjut, pelaku usaha dapat memanfaatkan platform-platform digital yang ada. Seperti misalnya mendaftarkan toko ke layanan delivery makanan, marketplace, hingga media sosial seperti Instagram bisa menjadi opsi yang mudah, murah, namun juga efektif.

“Fitur-fitur yang ada di media sosial seperti stiker ‘pesanan makanan’ di Instagram, dan lainnya, bisa dimanfaatkan. Selain itu, memasarkan ke teman-teman dan keluarga terdekat juga bisa jadi permulaan,” kata Chef Arnold yang juga CEO Digitarasa itu Senin 29 Juni 2020.

Peluang Layanan Digital

Adapun peluang lain yang bisa dimanfaatkan di berbagai layanan digital, adalah melihat promosi yang ditawarkan di marketplace maupun layanan delivery.

“Ada promo-promo, kita bisa manfaatkan. Posisikan bisnis kita di marketplace itu. Misalnya, di GoFood ada opsi ready to cook, itu bisa jadi platform untuk berikan pilihan baru bagi customer,” kata salah satu juri MasterChef Indonesia itu.

Arnold juga mengatakan bahwa pelaku bisnis makanan tak perlu khawatir dengan perubahan tren yang terjadi. Sebab, lanjut dia, saat ini digitalisasi merupakan salah satu solusi dan keharusan yang harus diadaptasi bagi pebisnis. Hal itu dilakukan agar pebisnis mampu mempertahankan usahanya di tengah pandemi.

“Sebelum ada COVID pun, kita sudah beralih ke digital, karena arahnya sudah seperti itu sejak ada internet, network semakin dekat. Lalu reach out ke bigger audience. Pas ada COVID, kalau mau survive, kita harus serve customer di rumah dengan memanfaatkan itu,” kata dia.

“Jangan panik sebagai pemilik bisnis, karena solusinya ada di depan mata. Dulu, mungkin digitalisasi adalah optional, tapi sekarang menjadi keharusan,” ujarnya sebagaimana dilaporkan Antara.

Tags:
bisnis makananchefCovid-19
%d blogger menyukai ini: