Ingin Jadi Agen Laku Pandai? Simak Syarat Terbarunya Dari OJK

20 Januari 2022 14:00 WIB

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rizky C. Septania

Ilustrasi agen laku pandai salah satu bank (BRI)

JAKARTA -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja memberlakukan aturan terbaru terkait layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif (Laku Pandai) pada 6 Januari 2022 lalu lewat POJK Nomor 1/POJK.03/2022. Beleid ini mengatur berbagai pembaruan persyaratan bagi agen laku pandai maupun bank penyelenggara laku pandai.

Agen laku pandai dapat berupa perorangan dan badan hukum. Bagi agen laku pandai perorangan, persyaratannya ada empat: berkedudukan di lokasi yang jelas; memiliki kemampuan, reputasi, kredibilitas, dan integritas yang baik; memiliki sumber penghasilan utama yang berasal dari kegiatan usaha dan/atau penghasilan tetap dari kegiatan lain selama paling singkat dua tahun terakhir; dan tidak menjadi Agen Laku Pandai dari Bank lain yang kegiatan usahanya sejenis di luar kelompok usaha bank yang sama. 

“Bank dapat menetapkan persyaratan jangka waktu kegiatan usaha calon agen laku pandai kurang dari dua tahun jika ia merupakan pihak yang secara khusus direkrut untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah,” tulis aturan tersebut dalam website resmi OJK seperti dikutip Rabu, 19 Januari 2022.

Bagi badan hukum, persyaratan untuk menjadi agen laku pandai ada lima: berbadan hukum Indonesia yang diperkenankan melakukan kegiatan di bidang keuangan atau merupakan perusahaan dagang yang memiliki jaringan gerai ritel; memiliki reputasi, kredibilitas, dan kinerja yang baik; mampu melakukan manajemen likuiditas sesuai yang dipersyaratkan oleh Bank; memiliki sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan teknis untuk mendukung penyelenggaraan Laku Pandai; dan memiliki teknologi informasi yang memadai untuk mendukung penyelenggaraan Laku Pandai.

Agen laku pandai terbagai dalam tiga klasifikasi. Klasifikasi A, yakni memberikan layanan terkait transaksi BSA, terkait produk uang elektronik, layanan keuangan digital, dan produk asuransi mikro. Klasifikasi B, semua layanan yang dilakukan klasifikasi A plus transkasi terkait kredit atau pembiayaan mikro dan transaksi tabungan selain BSA kecuali pembukaan dan penutupan rekening. Klasifikasi C, semua layanan yang dilakukan klasifikasi B plus transaksi produk keuangan lain sesuai ketentuan perundang-undangan.

Ditambahkan, Agen Laku Pandai hanya dapat memberikan pelayanan di sekitar wilayah tempat kedudukan Agen Laku Pandai yang mencakup desa atau setaranya dan wilayah lain di sekitarnya. 

“Bank dapat menetapkan wilayah lain di sekitar desa atau setaranya sesuai dengan kewajaran jarak tempuh, waktu tempuh, biaya perjalanan menuju lokasi Agen Laku Pandai, dan kondisi topologi wilayah,” tulis Beleid tersebut.

Sementara bagi pihak bank yang ingin menyelenggarakan laku pandai, persyaratannya ada dua: memiliki peringkat profil risiko, tingkat risiko operasional, dan tingkat risiko kepatuhan dengan peringkat 1, peringkat 2, atau peringkat 3, berdasarkan periode penilaian terakhir; dan memiliki infrastruktur pendukung untuk menyediakan layanan perbankan elektronik.

Adapun produk bank yang dapat disediakan oleh Bank melalui penyelenggaraan Laku Pandai terdiri atas tiga produk: tabungan dasar atau Basic Saving Account (BSA); kredit atau pembiayaan mikro; dan produk Bank lainnya berdasarkan izin Otoritas Jasa Keuangan.

Untuk BSA, ada batas maksimum saldo rekening setiap saat, yakni sebesar Rp20 juta. 

Selain itu, ada batas maksimum transaksi debit rekening berupa penarikan tunai, pemindahbukuan, dan transfer keluar dalam satu bulan secara kumulatif pada setiap rekening paling banyak Rp5 juta, kecuali jika nasabah juga merupakan debitur bank, maka bisa di atas Rp5 juta per bulan namun maksimal Rp60 juta per tahun. 

Lalu juga dibebaskan dari beban biaya administrasi bulanan; pembukaan rekening; transaksi penyetoran tunai; transaksi transfer masuk; transaksi pemindahbukuan; dan penutupan rekening. JIka saldo BSA nol selama enam bulan berutur-turut, maka statusnya dapat diubah menjadi rekening tidur. Rekening BSA hanya bisa diberikan kepada calon nasabah yang tidak memiliki tabungan lain.

Sementara untuk pembiayaan mikro, plafon ditetapkan paling banyak Rp20 juta dan bisa lebih besar jika dalam rangka mendukung program pemeirntah. Adapun tenor ditetapkan paling lama 1 tahun dan bisa lebih lama sepanjang sesuai siklus usaha debitur.

Tags:ojk

Berita Terkait