Ingin Fokus Energi ke Terbarukan, TOBA Lepas Saham PLTU Paiton Senilai Rp991,91 Miliar ke Medco

24 Agustus 2021 15:28 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Amirudin Zuhri

PLTU di Paiton, Probolinggo, Jawa Timur (logam ceper)

JAKARTA – Emiten energi PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melepas kepemilikan sahamnya di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Paiton ke entitas anak PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

Sebagai informasi, kepemilikan saham TOBA di PLTU Paiton dilakukan lewat anak usahanya PT Batu Hitam Perkasa (BHP). BHP menjual 5% sahamnya di Paiton Energy dan 5% sahamnya di Minejesa Capital B.V. Minejesa Capital merupakan perusahaan penerbit obligasi Paiton Energy yang berkedudukan di Belanda.

“Pelaksanaan transaksi pengalihan saham BHP merupakan salah satu bagian dari rencana Perseroan kepada pengembangan sumber daya energi terbarukan dan mengurangi jejak karbon,” ujar Direksi TOBA dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa, 24 Agustus 2021.

Dalam transaksi ini, BHP melepas 2.124 sahamnya di Paiton Energy dan 250.050 saham di Minejesa Capital ke anak MEDC, PT Medco Daya Energi Sentosa (MDES). Total nilai transaksi ini mencapai US$68,87 juta atau setara dengan Rp991,91 miliar (kurs Rp14.394 per dolar AS).

Jika dirinci, 2.124 saham BHP tersebut merupakan modal ditempatkan dan disetor dalam PE yang setara dengan 5% kepemilikan. BHP menjual kepemilikan tersebut kepada pihak MEDS dengan nilai transaksi sebesar US$64,41 juta.

Selanjutnya, 250.050 saham BHP di Minejesa Capital merupakan saham kelas A dengan nilai nominal US$1. Jumlah saham tersebut setara dengan 5% saham dari modal ditempatkan dan disetor Minejesa. Nilai transaksi penjualan kepemilikan ke MEDS ini sebesar US$3,86 juta.

“Pelaksanaan transaksi pengalihan saham BHP juga dilakukan dalam rangka memperkuat kondisi keuangan perseroan. Dari sudut pandang strategis, perseroan melihat pelaksanaan transaksi pengalihan saham BHP ini memiliki nilai ekonomis yang baik,” kata Direksi TOBA.

Ada pun, Direksi TOBA juga memastikan transaksi ini tidak mempengaruhi kegiatan operasional perseroan saat ini dan secara jangka panjang akan memperkuat kondisi keuangan perseroan.

 

Berita Terkait