Inflasi Perdagangan Grosir Jepang Melonjak, Keuntungan Perusahaan Tertahan

12 Oktober 2021 21:35 WIB

Penulis: Fadel Surur

Editor: Amirudin Zuhri

Warga Hokaido Jepang menggunakna masker untuk mencegah penularan virus Corona/Twitter

TOKYO – Menurut data yang ditunjukkan pada Selasa 12 Oktober 2021, harga grosir Jepang melonjak 6,3% pada September dari tahun sebelumnya karena biaya bahan baku mentah terus meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa inflasi komoditas global menekan laba bersih milik perusahaan.

Kenaikan indeks harga barang perusahaan (CGPI), yang menghitung harga yang ditentukan oleh satu perusahaan dengan lainnya untuk barang dan jasa mereka, melebihi perkiraan pasar rata-rata untuk kenaikan sebesar 5,9% dan dipercepat dari kenaikan 5,8% yang direvisi pada bulan Agustus.

Menurut data oleh Bank of Japan harga barang jadi domestik, yang mengikuti indeks harga konsumen, melonjak 1,8% dari tahun sebelumnya.

Kenaikan CGPI didorong oleh kenaikan harga berbagai bahan baku mentah seperti kayu, bahan bakar, dan logam non ferro menurut data tersebut. Sementara perusahaan tidak mampu sepenuhnya melewati kenaikan biaya kepada konsumen karena kurangnya permintaan.

Ekonomi di Jepang perlahan mulai membaik berkat permintaan eksternal yang kuat, tetapi semua tertutup oleh kenaikan biaya input, kendala pasokan, dan konsumsi yang lemah. 

Pengeluaran rumah tangga yang lemah di Jepang telah membuat inflasi konsumen berputar di sekitar nol, bertolak belakang dengan ekonomi utama lainnya yang mengalami lonjakan harga karena permintaan yang kuat dan hambatan pasokan.

Berita Terkait