Inflasi AS Turun, Apa Dampaknya untuk Pergerakan Aset Kripto?

12 Agustus 2022 08:00 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Ananda Astri Dianka

Ilustrasi aset kripto (Ilustrasi TrenAsia/Muhammad Faiz Amali)

JAKARTA - Data Departemen Ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan penurunan tingkat inflasi yang dapat berdampak kepada pergerakan aset kripto.

Menurut pantauan Coin Market Cap, Kamis, 11 Agustus 2022 pukul 18.30 WIB, Bitcoin dalam 24 jam terakhir naik 6,16% ke posisi US$24.560 (Rp363,46 juta dalam asumsi kurs Rp14.799 per dolar Amerika Serikat/AS).

Kemudian, Ethereum (ETH) di peringkat kedua big cap mencatat kenaikan sebear 11,28% ke level US$1.894 (Rp28,03 juta).

Di peringkat ketiga, Tether (USDT) naik 0,02% ke harga US$1 (Rp14.799) sementara USD Coin (USDC) di peringkat keempat merangkak naik 0,02% ke level US$1 (Rp14.799).

Binance Coin (BNB) di peringkat kelima mencatat peningkatan 3,72% ke US$329,53 (Rp4,87 juta), dan Ripple (XRP) di peringkat keenam mengalami kenaikan 4,41% ke level US$0,3805 (Rp5.631).

Di peringkat ketujuh, Cardano (ADA) menguat 4,79% ke posisi US$0,5374 (Rp7.952) sementara Binance USD (BUSD) di peringkat kedelapan mengalami penurunan 0,02% ke harga US$0,9998 (Rp14.796).

Solana (SOL) di peringkat kesembilan menguat 10,5% ke level US$44,12 (Rp652.931), dan Polkadot di peringkat kesepuluh mencatat kenaikan 7,06% ke posisi US$9,39 (Rp138.962).

Trader Tokocrypto Nathan Alexander mengatakan, harga mayoritas aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar (big cap) mengalami reli karena sentimen positif yang timbul dari data inflasi AS.

AS telah mengumumkan inflasi tahunan yang turun dari 9,1% ke 8,5% pada Juli 2022. Meski angka tersebut masih terhitung yang tertinggi dalam kurun waktu beberapa dekade terakhir, pelaku pasar menjadi lebih optimis untuk kembali melirik aset-aset yang berisiko seperti kripto.

"Peristiwa tersebut akhirnya memicu investor untuk kembali mengakumulasi aset kripto. Mereka optimis akan adanya pull back dari dampak data inflasi AS yang turun," ujar Nathan dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 11 Agustus 2022.

Penurunan inflasi AS mendorong asumsi bahwa bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) akan melonggarkan agresivitasnya dalam mengerek suku bunga.

Selain didorong oleh penurunan inflasi, reli pasar kripto pun dipengaruhi oleh pembaruan jaringan Ethehereum bernama The Merge yang akan diluncurkan pada September mendatang.

Top Gainers

Di antara 100 aset kripto big cap, berikut ini lima aset yang menjadi top gainers:

1. Celcius (CEL): +28,43% (US$2,43/Rp35.961)

2. Lido DAO (LDO): +20,2% (US$2,77/Rp94.640)

3. THORChain (RUNE): +16,76% (US$3,11/Rp46.024)

4. Gnosis (GNO): +12,85% (US$183,71/Rp2,72 juta)

5. NEAR Protocol (NEAR): +11,56% (US$5,92/Rp87.610)

Top Losers

Di antara 100 aset kripto big cap, berikut ini lima aset yang menjadi top losers:

1. UNUS SED LEO (LEO): -0,29% (US$4,7/Rp69.555)

2. PAX Gold (PAXG): -0,14% (US$1.783/Rp26,38 juta)

3. PAX Dollar (USDP): -0,02% (US$1/Rp14.799)

4. TrueUSD (TUSD): -0,01% (US$0,9999/Rp14.797)

5. Binance USD (BUSD): -0,02% (US$0,9999/Rp14.797)

Berita Terkait