Inflasi AS Naik, Rupiah Diprediksi Tetap Menguat

14 Januari 2022 10:22 WIB

Penulis: Merina

Editor: Rizky C. Septania

Karyawan menghitung uang dolar AS di Kantor Cabang Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada Rabu (18/3) hingga pukul 10.09 WIB, nilai tukar rupiah melemah 140 poin atau 0,93 persen ke posisi Rp15.223 per dolar AS. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

JAKARTA - Kurs rupiah masih berpotensi menguat Jumat, 14 Januari 2022 di kisaran  Rp14.250 - Rp14.320 per dolar AS (Amerika Serikat) pasca mengalami penguatan pada Kamis, 13 Januari 2022 kemarin.

Analis pasar keuangan Ariston Tjendra memprediksi, menguatnya nilai rupiah dikarenakan adanya antisipasi oleh pasar terhadap kenaikan suku bunga AS.

"Untuk sementara, kelihatannya pasar sudah mengantisipasi potensi kenaikan suku bunga acuan AS yang dipercepat di bulan Maret sehingga rilis data inflasi konsisten AS yang tinggi tidak mendorong pelaku pasar mengambil posisi di dollar AS," ujar Aristo pada TrenAsia.com, Jumat, Januari 2022.

Melansir dari TrenAsia.com Kamis. 13 Januari 2022, Data inflasi konsumen AS pada Desember 2021 dirilis sebesar 7% year on year (yoy) sesuai dengan ekspektasi pasar.

Sementara itu, penghapusan larangan expor batu bara dan tax amnesti berpotensi meningkatkan nilai rupiah, karena ekspor batubara bisa membantu surplus neraca perdagangan RI, dan tax amnesty menambah pendapatan negara sehingga semakin mempermudah fundamental Ekonomi RI.

 

Berita Terkait