Industri Penunjang Kelistrikan Keluhkan Rendahnya Serapan Dalam Negeri

TrenAsia (TA) -  

JAKARTA– Asosiasi Produsen Peralatan Listrik (APPLI) mengeluhkan rendahnya serapan komponen listrik dalam negeri. Industri tersebut hanya mampu tumbuh 5% di sepanjang tahun ini, masih jauh dari target 15%. 

Ketua Umum APPLI Karnadi Kustiono mengatakan, regulasi soal tingkat komponen dalam negeri (TKDN) masih memiliki celah. Sehingga industri produsen listrik ataupun PT PLN (Persero) masih kerap menggunakan komponen impor.

“Masih ada celah dalam regulasi. Artinya implementasi soal TKDN masih lemah. Baik di swasta maupun dari PLN. Dominasi impor masih tinggi,” katanya, Kamis (22/11). 

Kementerian Perindustrian memang sudah mengeluarkan regulasi dan beleid untuk menunjang TKDN. Namun, masih saja ada celah yang bisa dilakukan oleh produsen listrik sehingga komponen impor masih banyak digunakan. Selain itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal juga terus melindungi pengusaha dalam negeri. 

“Bukan berarti selama ini, pemerintah tidak berupaya. Hanya saja, pemerintah belum melakukan pengawasan, sehingga menimbulkan celah,” katanya. 

Menurutnya, Indonesia sendiri sudah mampu menyediakan komponen listrik. Saat ini, APPLI sudah memiliki 120 pabrik komponen listrik yang siap memenuhi pasokan komponen.  Karnadi menyebutkan dalam berbagai proyek pembangunan pembangkit listrik juga masih banyak menggunakan bahan impor. Padahal, produk ini juga bisa disuplai dari dalam negeri.

Dia juga menyebutkan proyek pembangunan infrastruktur Bandara Kulon Progo yang menggunakan komponen impor. Padahal, komponen listriknya bisa digunakan di dalam negeri.

Pelaku usaha berharap pemerintah untuk dapat melakukan pengawasan. Dia juga berharap agar proyek infrasturktur khususnya kelistrikan untuk menggunakan komponen dalam negeri. Sehingga industri dalam negeri bisa tumbuh. ***(Gem)