Sepanjang Semester I-2021, Industri Logam Dasar Jadi Motor Utama Penggerak Investasi Asing di Indonesia

28 Juli 2021 20:00 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Rizky C. Septania

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat mengikuti rapat dengan komisi VI DPR RI, di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 8 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Industri logam dasar menjadi motor utama yang menggerakan Penanaman Modal Asing (PMA) Indonesia pada semester I-2021. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) menyebut nilai investasi industri logam dasar mencapai US$3,47 miliar atau setara Rp50,41 triliun (asumsi kurs Rp14.494,30 per dolar Amerika Serikat).

Kepala BKPM/Menteri Investasi Bahlil Lahadalia merinci setidaknya ada 550 proyek yang berhasil didatangkan ke Indonesia pada paruh pertama tahun ini dari industri logam dasar. Industri ini menguasai 21% dari total realisasi PMA semester I-2021 yang sebesar Rp229,5 triliun.

Industri lain yang dilirik investor asing selama semester I-2021 adalah transportasi. Nilai investasi di industri transportasi mencapai US$1,75 miliar yang berasal dari 559 proyek.

Sementara itu industri dengan perolehan proyek terbanyak jatuh pada sektor pergudangan. Industri gudang meraih 1216 proyek baru dengan nilai investasi menembus US$1,50 miliar.

Sementara itu industri telekomunikasi serta makanan dan minuman (mamin) meraih nilai investasi mencapai US$1,45 miliar dan  US$1,44 miliar. Dua sektor ini juga membukukan jumlah proyek baru masing-masing sebanyak 382 dan 297 proyek.

Investasi dari asing ini paling banyak ditanamkan di wilayah Jawa Barat, yakni sebesar US$3,03 miliar dengan jumlah proyek mencapai 5.493.

Secara keseluruhan, PMA menguasai 51,6% dari total investasi di Indonesia sepanjang semester I-2021. Captain PMA yang dipimpin oleh Bahlil ini juga tumbuh 16,8% jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Sementara itu, investasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berada di level Rp214,3 triliun atau setara 48,4% dari total realisasi. Realisasi ini lebih tinggi 3% dibandingkan semester I-2020 yang hanya Rp207,02 triliun.

Maka, total realisasi investasi sepanjang paruh pertama tahun ini menembus Rp442,8 triliun. Realisasi ini setara 49,2% dari target investasi yang sebesar Rp900 triliun.

Berita Terkait