Industri Kendaraan Listrik Bisa Dimulai dari Sepeda Motor

JAKARTA – Mimpi Indonesia memiliki industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dapat dimulai dari industri sepeda motor listrik.

Pasalnya, industri sepeda motor listrik memiliki  nilai investasi awal yang relatif rendah dengan tenaga kerja yang minimal. Tidak hanya itu, pangsa pasar produk sepeda motor listrik di Indonesia juga relatif cukup besar.

“Ini karena produk sepeda motor listrik mampu bersaing dengan produk sepeda motor konvensional dari sisi total cost of ownership,” kata Plt. Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP), Kementerian Perindustrian, Restu Yuni Widayati dinukil Senin, 9 November 2020.

Sebagaimana diketahui, pemerintah menargetkan 20% produksi otomotif nasional adalah kendaraan listrik seperti hybrid, plug in hybrid, dan mobil EV berbasis baterai pada 2025. Saat ini, telah terdapat 15 industri perakitan sepeda motor listrik yang telah mendapatkan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) dari Kemenperin.

NIK ini merupakan salah satu syarat suatu perusahaan dapat memproduksi kendaraan bermotor. Dengan kapasitas produksi sepeda motor listrik sebesar 877 ribu unit per tahun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 1.429 orang.

Perbandingan dengan Roda 4

Hal ini sedikit berbeda dengan industri roda empat atau lebih yang membutuhkan investasi awal yang cukup besar dan tenaga kerja yang cukup banyak.

Sehingga,  sampai saat ini hanya PT Mobil Anak Bangsa (MAB) yang telah memiliki fasilitas produksi bis listrik di Indonesia. Kini MAB memiliki kapasitas produksi 100 unit per bulan atau 1.200 unit per tahun.

Sepeda motor sebagai batu loncatan industri kendaraan listrik juga dinilai dapat membuka peluang bagi prospek bisnis lainnya. Seperti pengembangan kendaraan jenis Internal Combustion Engine (ICE).

Saat ini, ICE masih memberikan kontribusi hingga 99% terhadap produk domestik bruto (PDB) industri otomotif nasional.

“Pengembangan kendaraan listrik juga mendukung penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen pada 2030, serta akan mampu menarik investasi di sektor industri komponen dan lainnya,” tambah dia.

Restu menambahkan, pengembangan kendaraan listrik di Indonesia mendukung pencapaian target pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030.

Selain itu juga akan mampu menarik investasi di sektor industri komponen dan lainnya.

Tags:
industri otomotifKementerian PerindustrianKendaraan Bermotor Listrik Berbasis Bateraikendaraan listriksepeda motor
Ananda Astri Dianka

Ananda Astri Dianka

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: