Induk Usaha DGNS IPO, RS Bundamedik Patok Harga Saham Rp300-Rp350 Selembar

17 Juni 2021 04:01 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Pengelola Bunda Medik Healthcare System (BHMS) atau Rumah Sakit Bunda, PT Bundamedik, segera IPO. / Dok. Perseroan

JAKARTA – Induk usaha PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS), PT Bundamedik berencana melaksanakan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pengelola Rumah Sakit (RS) Bunda ini akan melepas sebanyak-banyaknya 620 juta saham. Jumlah tersebut setara dengan 7,26% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum dan pelaksanaan konversi obligasi.

Harga saham yang akan ditawarkan berada pada rentang Rp300 hingga Rp350 per lembar sahamnya. Dengan begitu, perseroan ditaksir akan meraup dana segar mencapai Rp217 miliar dari hasil aksi korporasi tersebut.

Direktur Utama Bundamedik Mesha Rizal Sini mengatakan bahwa dana hasil IPO sebesar Rp157 miliar lebih akan digunakan perseroan untuk membeli kembali sisa pokok obligasi dari Akasya Investment. Sedangkan, sisanya akan digunakan sebagai modal kerja, seperti pembelian obat, alat medis, dan kebutuhan penunjang lainnya.

Masa penawaran awal saham atau bookbuilding akan digelar mulai 17 Juni 2021 hingga 22 Juni 2021. Bundamedik sendiri mengempit 39,2% saham DGNS yang sebelumnya telah IPO pada periode Januari 2021.

Bunda Medik Healthcare System (BMHS) diklaim memiliki ekosistem kesehatan terlengkap di Indonesia. Perseroan memiliki kegiatan usaha yang terdiri dari 2 Rumah Sakit Ibu dan Anak, 3 Rumah Sakit Umum, 2 klinik, 10 klinik fertilitas Morula, laboratorium diagnostik, distribusi farmasi dan alat kesehatan, perhotelan hingga medical tourism.

“Kami memiliki klinik fertilitas yang saat ini terbesar di Indonesia, Rumah Sakit Ibu dan Anak serta Umum hingga pelayanan orang tua,” ujar Mesha melalui keterangan resmi, Rabu, 16 Juni 2021. (SKO)

Berita Terkait