FinAccel Induk Kredivo Siap IPO di Bursa AS, Bidik Valuasi Rp36 Triliun

03 Agustus 2021 19:37 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Laila Ramdhini

Kredivo founder team (Kredivo)

JAKARTA – Induk perusahaan Kredivo, FinAccel dan Victory Park Capital (VPC) Impact Acquisition Holdings II resmi melakukan merger pada Selasa, 3 Agustus 2021. Merger ini merupakan tahap awal FinAccel untuk menawarkan saham perdana (initial public offering/IPO) di bursa saham Amerika Serikat.

Aksi korporasi yang ditargetkan rampung pada kuartal I-2022 ini akan membuat valuasi FinAccel menjadi  US$2,5 miliar atau setara Rp36 triliun. 

“Sebagai platform beli sekarang, bayar nanti di Indonesia, Kredivo adalah kekuatan yang mapan di pasar pembiayaan titik penjualan yang besar dan berkembang pesat,” kata Akshay Garg, Co-Founder dan CEO FinAccel dikutip dari laman resmi, Selasa 3 Agustus 2021.

Tidak seperti pasar kawasan barat di mana kredit mudah diakses, bank tradisional di Asia Tenggara secara historis menyediakan sedikit kredit konsumen. Peluang inilah yang dibidik oleh FinAccel melalui Kredivo.  

Mengingat 66% populasi Asia Tenggara tidak memiliki rekening bank atau kekurangan rekening bank, FinAccel juga melihat peluang untuk menghadirkan layanan keuangan selain kredit. 

Sebagai informasi, VPC memiliki rekam jejak panjang dalam melaksanakan transaksi pembiayaan utang dan ekuitas dengan beberapa perusahaan fintech global. Kredivo sendiri pernah disuntik fasilitas kredit awal senilai US$100 juta pada Juli 2020 dan US$200 juta pada Juni 2021.

Selain itu, VPC dan mitra terbatasnya telah menginvestasikan sekitar US$30 juta ke dalam Private Investment in Public Equity (PIPE) selama dua tahun. Kecuali jika dipercepat berdasarkan ukuran kinerja perdagangan rata-rata yang dimulai satu tahun setelah penutupan. 

Sementara itu, VPCB menyelesaikan penawaran umum perdana (IPO) di bursa Nasdaq AS pada Maret 2021.

“Sejak investasi awal pada 2020, kami terus terkesan dengan pertumbuhan cepat Kredivo serta metrik kredit dan ekonomi unit yang kuat,” kata Gordon Watson, Co-CEO VPCB and Partner di VPC. 

Berita Terkait