Indosurya Prediksi IHSG Tertekan, Rekomendasi Saham SMGR, AKRA, dan TBIG

23 Agustus 2021 08:07 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Awak media mengamati monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22 pada akhir sesi Senin (3/8/2020), setelah bergerak di rentang 4.928,47 – 5.157,27. Artinya, indeks sempat anjlok 4 persen dan terlempar dari zona 5.000. Risiko penurunan data perekonomian kawasan Asean termasuk Indonesia menjadi penyebab (IHSG) terkoreksi cukup dalam hari ini. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam fase konsolidasi dengan potensi tekanan pada perdagangan Senin, 23 Agustus 2021.

Menurutnya, potensi tekanan pada indeks komposit diakibatkan kondisi perlambatan perekonomian yang masih berlanjut di dalam negeri. Selain itu, fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar rupiah juga belum akan memberikan pengaruh terhadap pola gerak IHSG.

Secara teknikal, William memproyeksikan IHSG akan bergerak pada rentang 5.872 hingga 6.123 pada awal pekan perdagangan ini. Kendati begitu, kata dia, para pelaku pasar bisa memanfaatkan kondisi pelemahan ini untuk melakukan trading saham dalam jangka waktu singkat.

“Pergerakan fluktuatif pada rentang konsolidasi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek,” ujarnya melalui riset harian yang diterima TrenAsia.com, Senin, 23 Agustus 2021.

Berdasarkan gambaran tersebut, ia merekomendasikan sejumlah saham yang menurutnya layak untuk disimak dan dapat menjadi pertimbangan para investor. Antara lain GGRM, BBRI, SMGR, BBNI, TLKM, AKRA, dan TBIG.

IHSG ditutup menguat 0,64% ke level 6.030,77 pada akhir perdagangan Jumat, 20 Agustus 2021. Indeks sektor infrastruktur, konsumer nonprimer, dan kesehatan memimpin penguatan indeks sektoral.

Selama sepekan kemarin, IHSG terkoreksi 1,77% dari posisi 6.139,49 pada penutupan pekan lalu. Koreksi sebesar 1,80% juga terjadi pada nilai kapitalisasi pasar Bursa selama sepekan, menjadi sebesar Rp7.267,79 triliun dari Rp7.400,66 triliun pada pekan sebelumnya. 

Sedangkan, rata-rata volume transaksi harian Bursa turun 3,40% menjadi 22,651 miliar saham dari 23,448 miliar saham pada pekan yang lalu. Rata-rata frekuensi harian Bursa anjlok 7,34% menjadi 1.458.268 transaksi dari 1.573.789 transaksi pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) ambles 10,88%menjadi Rp13,904 triliun dari Rp15,602 triliun pada pekan lalu. Investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp20,097 triliun sepanjang tahun 2021 (year-to-date/ytd).

Berita Terkait