Indosurya Prediksi IHSG Tertekan Jelang RIlis BI Rate, Saham Blue Chip Jadi Pilihan

19 Agustus 2021 07:45 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun hingga 5% pada Senin, 30 Maret 2020 pukul 10.20 waktu JATS sehingga perdagangan saham dibekukan sementara atau trading halt. / Antara Foto

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berada dalam tekanan pada perdagangan Kamis, 19 Agustus 2021. Rilis data tingkat suku bunga acuan yang akan diumumkan oleh Bank Indonesia (BI) pada hari ini disinyalir akan turut memengaruhi pergerakan indeks.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan, pergerakan IHSG masih menunjukkan pola konsolidasi wajar di tengah sentimen yang akan mewarnai pergerakan hari ini. Secara teknikal, IHSG akan bergerak pada rentang 5.996 – 6.178.

Menurutnya, BI akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan sebelumnya. Di samping itu, kondisi perlambatan perekonomian masih akan terus memberikan pengaruh terhadap kinerja emiten hingga beberapa waktu mendatang.

“Namun untuk jangka panjang masih terlihat bahwa perbaikan perekonomian akan terjadi dalam tempo cepat atau lambat. Sehingga dapat kembali mendorong kenaikan IHSG dalam jangka panjang,” ujarnya melalui riset harian yang diterima TrenAsia.com, Kamis, 19 Agustus 2021.

Dengan analisis tersebut, ia tak lupa membagikan menu-menu saham yang menurutnya layak untuk disimak dan berpotensi menghasilkan profit. Di antaranya UNVR, HMSP, TLKM, WIKA, BBCA, ICBP, INDF, PWON, dan ASRI.

Sebelumnya, IHSG menguat 0,50% menuju level 6.118,15 pada penutupan perdagangan Rabu, 18 Agustus 2021. Dalam sehari, terdapat 213 saham naik, 304 saham terkoreksi, dan 130 saham lainnya ditutup tanpa mengalami perubahan harga.

Berita Terkait