Indosat Dikabarkan akan Jual Data Center Senilai Rp2,85 Triliun

08 September 2021 17:32 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Amirudin Zuhri

Karyawati melayani pelanggan di salah satu Gerai Indosat Ooredoo di Jakarta, Rabu, 23 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Indosat Tbk (ISAT) dikabarkan bakal menjual aset pusat data alias data center miliknya. Nilainya ditaksir mencapai US$150 juta – US$200 juta atau setara Rp2,14 triliun hingga Rp2,85 triliun (asumsi kurs Rp14.250 per dolar Amerika Serikat).

Dilansir dari Bloomberg, Rabu, 8 September 2021, perseroan sedang menjalin kerja sama dengan penasihat keuangan untuk mempertimbangkan rencana tersebut. Rumor ini berhembus di tengah wacana merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri).

“Penjualan tersebut dapat menarik minat potensial dari investor infrastruktur dan perusahaan telekomunikasi,” kata narasumber yang meminta untuk tidak disebutkan identitasnya.

Proses konsolidasi kedua perusahaan tersebut memang berjalan cukup alot. Beberapa waktu lalu, manajemen Indosat mengungkapkan bahwa keduanya kembali sepakat memperpanjang proses negosiasi merger hingga 23 September 2021.

Emiten telekomunikasi satu ini berusaha untuk menjual aset yang bukan bagian dari bisnis inti perseroan, seperti menara nirkabel dan pusat data. Bahkan, perseroan telah melego 4.200 menara ke Digital Colony dengan mahar Rp10,28 triliun.

“Pertimbangan penjualan berada pada tahap awal dan perusahaan dapat memutuskan untuk mempertahankan aset,” tulis laporan tersebut. Sementara, perwakilan Indosat menolak berkomentar ketika dikonfirmasi.

Sebagai informasi tambahan, perseroan membukukan kinerja positif sepanjang semester I-2021. Indosat mencatat pertumbuhan pendapatan, dan membalikkan posisi keuangan dari rugi menjadi untung pada paruh pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan interimnya, perseroan mencatat total pendapatan sebesar Rp14,98 triliun pada semester I-2021. Angka ini meningkat sekitar 11,4% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada periode yang sama tahun lalu, Rp13,45 triliun.

Pada periode tersebut, Indosat berhasil mendapatkan laba bersih hingga Rp5,60 triliun pada enam bulan pertama tahun ini. Capaian tersebut berbanding terbalik dibandingkan dengan periode semester I-2020, di mana perseroan mengalami rugi bersih Rp341,10 miliar.

Berita Terkait