Indonesia Terancam Hiperinflasi pada September 2022, Nilai Kurs Rupiah Ditutup Melemah Lagi

16 Agustus 2022 16:31 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Fakhri Rezy

Ilustrasi mata uang dolar AS dan rupiah (TrenAsia/Ismail Pohan)

JAKARTA - Nilai kurs rupiah ditutup melemah lagi saat adanya ancaman hiperinflasi di Indonesia yang diprediksi akan terjadi pada September 2022.

Menurut data perdagangan Bloomberg, Selasa, 16 Agustus 2022, nilai kurs rupiah ditutup melemah 26 poin di level Rp14.768 perdolar Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan sebelumnya, Senin, 15 Agustus 2022, nilai kurs rupiah ditutup melemah di level Rp14.742 perdolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen yang memengaruhi pergerakan harga rupiah hari ini adalah prediksi hiperinflasi yang akan dialami Indonesia pada September mendatang.

"Indonesia diprediksi akan menghadapi hiperinflasi dengan angka inflasi pada kisaran 10% sampai 12% yang disebabkan oleh laju kenaikan harga pangan dan energi yang semakin membebani masyarakat," ujar Ibrahim dikutip dari riset harian, Selasa, 16 Agustus 2022.

Lonjakan harga minyak dunia pada awal April 2022 jauh lebih tinggi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia untuk tahun yang sama.

Dengan demikian, APBN pun dibebani oleh subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang saat ini sudah mencapai Rp502 triliun.

Di sektor fiskal, tantangan yang akan dihadapi menurut Ibrahim adalah normalisasi defisit anggaran untuk menjaga proporsi utang luar negeri terhadap produk domestik bruto (PDB) dan keberlanjutan pembiayaan infrastruktur.

"Defisit anggaran harus kurang dari 3% pada tahun 2023 mendatang sehingga menjadi tantangan utama karena pemulihan saat ini sedang mengalami kondisi yang tidak menentu. Selain itu, peningkatan utang yang tinggi juga menjadikan beban pada negara," tutur Ibrahim.

Menurut Ibrahim, untuk perdagangan Rabu, 17 Agustus 2022, nilai kurs rupiah berpotensi untuk bergerak melemah di kisaran Rp14.750-Rp14.820.

Berita Terkait