Indo Tambangraya Megah Perkirakan Harga Jual Rata-rata pada Kuartal III-2021 Tembus Tiga Digit

07 September 2021 20:43 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Amirudin Zuhri

Emiten tambang batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) / Istimewa (Istimewa)

JAKARTA – Emiten batu bara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) memperkirakan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) batu bara dapat menembus tiga digit atau US$100 per ton pada kuartal III-2021.

Direktur ITMG Jusnan Ruslan menjelaskan ASP batu bara ITMG sudah mendekati tiga digit sejak Juli 2021. Pada Agustus 2021, ASP bahkan sudah tembus tiga digit jadi sekitar US$110 per ton. 

“Bulan September kita perkirakan akan lebih tinggi lagi daripada Agustus. Jadi, untuk kuartal ketiga harga akan di atas tiga digit,” ujar Jusnan dalam paparan publik, Selasa, 7 September 2021.

Pada kuartal II-2021, ASP batu bara ITMG sendiri tercatat sebesar US$80,3 per ton. Harga ini meningkat 18% dari kuartal I-2021 yang sebesar US68,1 per ton.

Jika dilihat secara semesteran, ASP batu bara ITMG tercatat sebesar US$74,7 per ton pada semester I-2021. Jumlah ini melonjak 34% dari ASP batu bara ITMG pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$55,7 per ton.

Meski harga batu bara tercatat naik, penjualan ITMG tercatat ambles 19% jadi 9 juta ton pada semester I-2021. Pada periode yang sama tahun lalu, penjualan padahal dapat tercatat sebesar 11,1 juta ton.

Harga batu bara yang tinggi pun dapat menutupi turunnya produksi batu bara ITMG. Terbukti, pendapatan ITMG tercatat meningkat 4% menjadi US$676 juta pada semester I-2021. Pada semester I-2020, pendapatan tercatat sebesar US$653 juta.

Tingginya curah hujan dan panjangnya durasi hujan pada beberapa tambang milik ITMG membuat produksi pada semester I-2021 sedikit terganggu. Meski begitu, produksi kuartal II-2021 tercatat lebih baik dibanding kuartal I-2021, naik menjadi 4,7 juta ton dari sebelumnya 4 juta ton.

Di sisi laba bersih, ITMG berhasil mencatatkan nilai yang meningkat tiga kali lipat lebih atau 312% menjadi US$118 juta. Pada periode yang sama tahun lalu, laba bersih tercatat hanya US$29 juta.

Secara umum, ITMG memperkirakan harga batu bara thermal secara global diperkirakan akan tetap kuat sepanjang 2021. Hal ini disebabkan stimulus dan kelanjutan dari perdagangan yang timbul atas pemulihan ekonomi.

Berita Terkait