Indika Energy Lepas Seluruh Sahamnya di Mitrabara Senilai Rp594,08 Miliar

09 Agustus 2021 09:27 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Amirudin Zuhri

Emiten pertambangan batu bara milik konglomerat Sudwikatmono PT Indika Energy Tbk (INDY) saat RUPST 2018 / Foto: Dok. Indika Energy

JAKARTA – PT Indika Energy Tbk (INDY) berencana menjual keseluruhan saham miliknya di  PT Mitrabara Segara Sejati Tbk (MBSS) kepada PT Galley Adhika Arnawarna (GAA). Transaksi ini telah dilakukan pada Jumat, 6 Agustus 2021, lalu.

INDY telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (CSPA) melalui PT Indika Energy Infrastructure (IEI) sebagai pemegang saham MBSS bersama The China Navigation Co. Pte. Ltd. (CNCo) dengan pihak pembeli saham MBSS yaitu GAA.

Dalam CSPA tersebut, INDY menjual keseluruhan 892.513.586 sahamnya di MBSS yang mewakili 51% dari modal disetor. Valuasi yang disepakati untuk seluruh saham di MBSS adalah setara dengan US$81 juta. Ini berarti nilai transaksi senilai US$41,31 juta atau setara dengan Rp594,08 miliar (dengan kurs Rp14.353 per dolar AS).

Wakil Direktur Utama dan Group CEO INDY Azis Armand mengatakan transaksi ini menjadi langkah INDY untuk mengurangi keberadaannya di bisnis batu bara dan menambah portofolio investasi non batu bara. 

“Indika Energy menargetkan untuk mencapai 50% pendapatan dari sektor non batu bara pada tahun 2025,” ujar Azis dalam siaran pers, Senin, 9 Agustus 2021.

Azis menjelaskan MBSS adalah perusahaan pelayaran energi yang dilengkapi dengan fasilitas dan armada yang lengkap dan prima, dan telah bergabung dalam Indika Energy Group selama 10 tahun terakhir.

“MBSS juga dikelola oleh manajemen yang profesional dan menunjukkan pertumbuhan bisnis yang baik, termasuk di tahun 2021,” tambahnya.

Setelah divestasi ini, INDY akan terus mengkaji portofolio bisnisnya dan mengutamakan aspek berkelanjutan, serta akan fokus melakukan diversifikasi di luar sektor intinya di bidang energi dan pertambangan.

“Ke depannya, Indika Energy akan mengembangkan bisnis yang sejalan dengan komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan menuju netral karbon pada tahun 2050,” tuturnya.

 

Berita Terkait