Indef: Selamatkan Nyawa Ketimbang Ekonomi

Di tengah pandemi wabah virus corona (Covid-19), lebih baik menyelamatkan nyawa ketimbang ekonomi.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Dradjad Wibowo menilai langkah penyelamatan ekonomi saat ini sebagai pandangan yang keliru.

Menurutnya, banyak kalangan memperdebatkan penyelamatan yang harus diprioritaskan antara ekonomi dan kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Dia memberi contoh, perkembangan perekonomian yang terjadi di Iran, China, dan Italia. Menurut dia, semenjak wabah Covid-19 menggempur negara-negara tersebut, pertumbuhan ekonomi merosot.

“Anda bisa lihat di daerah Lombardy, kemudian Veneto, kemudian di Teheran, kemudian China. China mengalami kemerosotan ekonomi. Milan, sebagai salah satu pusat ekonomi Italia, itu praktis relatif berhenti,” kata Drajad dalam video kenferensi yang disiarkan melalui kanal YouTube Indef, Selasa, 24 Maret 2020.

Dari kasus yang terjadi di negara-negara tersebut, mantan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) ini menyimpulkan bahwa langkah yang paling tepat untuk menyelamatkan ekonomi adalah mencegah penyebaran Covid-19.

Dalam mencegah penyebaran Covid-19, menurutnya, langkah apa pun harus dilakukan pemerintah, termasuk lockdown alias karantina wilayah. Namun, baginya, langkah lockdown yang akan ditempuh harus datang dari pihak kesehatan karena mereka yang memahami perkara ini.

“Jadi, seharusnya tidak ada lagi perdebatan berapa dampak lockdown, bagaimana ini lockdown. Seharusnya enggak ada. Berikan keputusan itu kepada para ahli kesehatan, entah itu dokter, entah itu para peneliti kedokteran, entah itu para ahli biologi,” urainya.

Dia juga mengharapakan kepada semua kalangan untuk saling bahu membahu mencegah penyebaran Covid-19.

“Kalau kita gagal mencegah wabah ini maka ekonomi otomatis akan berhenti,” tegasnya. (SKO)

Tags:
Corona VirusCovid-19ekonomi indonesiaekonomi nasionalindeflockdown
%d blogger menyukai ini: