Impor Naik 30,74 Persen, Kepala BKF : Daya Beli Masyarakat Meningkat

17 Juni 2022 18:20 WIB

Penulis: Muhammad Heriyanto

Editor: Ananda Astri Dianka

Kepala BKF Febrio Kacaribu (Kemenkeu RI)

JAKARTA - Meningkatnya daya beli masyarakat disebut sebagai dalang kenaikan nilai impor sebesar 30,74% secara year on year (yoy) pada Mei 2022.

Nilai impor tercatat sebesar US$18,61 miliar atau setara Rp275, 9 triliun (asumsi kurs Rp14.829 per Dolar Amerika Serikat/AS) pada Mei 2022.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan pertumbuhan impor barang modal dan bahan baku menunjukkan kuatnya permintaan dalam negeri seiring berlanjutnya ekspansi aktivitas industri. 

“Pertumbuhan konsumsi yang tumbuh lebih tinggi di Mei 2022 jika dibandingkan dengan April 2022 mengindikasikan semakin kuatnya pemulihan daya beli masyarakat,” ujar Febrio dalam keterangan resmi, dikutip Jumat, 17 Juni 2022.

Tercatat, impor migas tumbuh 62,64% (yoy) dan impor non migas tumbuh 25,33% (yoy).

Komoditas yang mendorong peningkatan impor pada Mei 2022 antara lain gula dan kembang gula, bahan bakar mineral, dan daging hewani. Kemudian, impor bahan baku tumbuh 33,95% (yoy), barang modal 29,18% (yoy) dan barang konsumsi 7,83% (yoy). 

Namun, akibat pergerakan indikator Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur yang melambat, impor pada Mei 2022 mengalami penurunan sebesar 5,81% secara month to month (mtm) dari April 2022.

Meski nilai impor Indonesia terus tumbuh, neraca perdagangan tercatat masih surplus sebsar US$2,9 miliar pada Mei 2022. Ini merupakan surplus selama 25 bulan berturut - turut.

Berita Terkait