Impor Migas Melonjak, Surplus Perdagangan Desember 2021 Turun Jadi Rp14,6 Triliun

17 Januari 2022 14:40 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Laila Ramdhini

Kepala BPS Margo Yuwono. (Tangkapan Layar YouTube/TrenAsia)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2021 mengalami surplus sebesar US$1,02 miliar setara Rp14,6 triliun (asumsi kurs Rp14.310 per dolar Amerika Serikat).

Surplus perdagangan ini menurun drastis jika dibandingkan dengan suplus bulan sebelumnya yang mencapai US$3,51 miliar setara Rp50,2 triliun.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan surplus perdagangan Indonesia terjadi karena adanya penurunan nilai ekspor dan peningkatan impor selama Desember 2021.

Nilai ekspor Indonesia Desember 2021 mencapai US$22,38 miliar atau turun 2,04% dibandingkan dengan ekspor November 2021. Sedangkan impor mencapai US$21,36 miliar, naik 10,51% dibandingkan November 2021.

Dengan kembali surplus neraca perdagangan pada Desember 2021, maka Indonesia melanjutkan tren positif kinerja ekspor-impor yang mulai terjadi sejak Mei 2020.

"Surplus yang terjadi pada bulan Desember ini merupakan surplus selama 20 bulan beruntun. Artinya nilai ekspor kita masih lebih tinggi dari impor kita," katanya dalam konferensi pers virtual, Senin, 17 Januari 2022.

Dia menjelaskan, ekspor nonmigas Desember 2021 mencapai US$21,28 miliar, turun 1,06% dibandingkan dengan November 2021, dan naik 37,13% dari ekspor nonmigas Desember 2020.

Sementara, nilai impor migas Desember 2021 senilai US$3,38 miliar, naik 11,66% dibandingkan dengan November 2021 atau naik 127,95% dibandingkan Desember 2020.

Dengan kenaikan impor migas, maka defisit migas mencapai US$2,28 miliar.

Sedangkan impor nonmigas Desember 2021 senilai US$17,98 miliar, naik 10,29% dibandingkan November 2021 atau naik 38,78% dibandingkan Desember 2020.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Desember 2021 mencapai US$231,54 miliar atau naik 41,88% dibanding periode yang sama tahun 2020. Demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$219,27 miliar atau naik 41,52% dari tahun 2020.

Sementara itu, nilai impor selama tahun 2021 mencapai US$196,20 miliar, meningkat 38,59% dari tahun 2020 sebesar US$141,57 miliar. Sedangkan impor nonmigas mencapai US$170,67 miliar, naik 34,05% dibandingkan tahun 2020 sebesar US$127,31 miliar.

Dengan catatan tersebut, pada tahun 2021 surplus mencapai US$35,34 miliar. Surplus ini merupakan yang paling tinggi dalam lima tahun terakhir.

"Diharapkan tren ini bisa terus kita tingkatkan," papar Margo.

Berita Terkait