Imbas PPKM Level 4, Indeks Keyakinan Konsumen Kembali Anjlok

09 Agustus 2021 16:22 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Sukirno

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juli 2021 mengalami penurunan menjadi 80,2, merosot dari Juni 2021 nilainya 107,4. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (TrenAsia.com)

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juli 2021 mengalami penurunan menjadi 80,2. Angka ini merosot dibandingkan dengan Juni 2021 yang masih mencatatkan nilai 107,4.

Tidak hanya merosot, nilai IKK Juli 2021 yang berada di bawah angka 100 menunjukan konsumen pesimistis terhadap situasi ekonomi saat ini.

Kepala Departemen komunikasi Erwin Haryono mengatakan menurunnya IKK pada Juli 2021 merupakan implikasi dari restriksi mobilitas.

Seperti diketahui, pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) lelev 4 sejak 3 Juli 2021.

“Konsumen mempersepsikan kondisi ekonomi saat ini belum sesuai yang diharapkan, ditengarai sejalan dengan penurunan aktivitas ekonomi dan penghasilan masyarakat yang lebih terbatas karena adanya PPKM Level 4,” ucap Erwin dalam keterangan tertulis, Senin, 9 Agustus 2021.

Erwin menyebut indeks ekspektasi konsumen (IEK) konsumen yang terjun bebas dari 124,4 pada Juni menjadi 93,2 pada Juli 2021 menjadi pemacu utama IKK Juli parkir di level pesimistis. Selain itu, indeks kondisi ekonomi (IKE) juga kompak turun menjadi 67,1 dari sebelumnya 90,3 pada Juni 2021.

Semua kelompok pendapatan mengalami penurunan IKK pada Juli 2021. Meski begitu, kelompok pendapatan Rp1 juta-Rp2 juta diklaim Erwin yang paling memberikan dampak penurunan IKK pada Juli ini.

Efek lain dari menurunnya IKK adalah peningkatan proporsi pendapatan yang disimpan (saving to income ratio). Menurut catatan BI, saving to income ratio mengalami kenaikan dari 14,9% pada Juni menjadi 15,1% pada Juli 2021. Hal ini menandakan masyarakat cenderung menahan konsumsi dan mengalihkannya kepada simpanan di berbagai instrumen.

Secara spasial, penurunan IKK pada bulan lalu terjadi di 17 Kota/Kabupaten yang disurvei BI. Kepercayaan konsumen yang paling merosot ada di Surabaya, disusul Bandung, dan Bandar Lampung.

“Tertahannya keyakinan konsumen pada Juli 2021 disebabkan konsumen memprakirakan ekspansi kondisi perekonomian pada 6 bulan ke depan masih terbatas, baik dari aspek kegiatan usaha maupun ketersediaan lapangan kerja,” jelas Erwin.

Berita Terkait