Imbangi Pertumbuhan e-Commerce, Garuda dan Perigi Logistics Resmikan Gudang Terintegrasi

13 Agustus 2021 10:28 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

Nampak sejumlah penumpang Garuda yang belum melakukan vaksin mendapatkan fasilitas vaksin gratis sebelum melakukan penerbangan, vaksinasi dilakukan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Rabu 30 Juni 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA – Maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Perigi Raja Terpadu (Perigi Logistics) meresmikan fasilitas gudang (warehouse) baru dengan sistem terintegrasi untuk layanan pasar logistik import dan e-commerce.

Melalui layanan tersebut, pengiriman barang logistik impor dan e-commerce akan ditunjang dengan sistem dan peralatan yang terintegrasi dengan smart conveyer belt. Selain itu juga terhubung langsung dengan sistem bea cukai sehingga proses pelayanan impor akan lebih cepat daripada sebelumnya.

“Peluncuran layanan ini menjadi salah satu upaya kami dalam menghadirkan nilai tambah bagi para pengguna jasa kami, khususnya untuk pengiriman barang import serta transaksi e-commerce,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam keterangan resmi, Kamis 12 Agustus 2021.

Kerja sama ini dilatarbelakangi pertumbuhan e-commerce yang mencapai 500% dalam empat tahun terakhir. Untuk mengantisipasi tingginya pengiriman barang seiring dengan naiknya belanja di e-commerce, Perigi Logistics menyiapkan pengembangan sistem otomatisasi proses penanganan barang kiriman di Gudang Perusahaan Jasa Titipan (PJT).

Adapun pengaplikasian perangkat smart conveyor terintegrasi dan dapat diakses oleh stakeholder, yaitu Bea dan Cukai, PJT maupun Garuda Indonesia. Proses menjadi lebih cepat, transparan dan terukur, serta yang lebih penting adalah Bea dan Cukai dapat melakukan pengawasan dan menerima pelaporan Tempat Penimbunan Sementara (TPS) online secara real time.

Lebih lanjut, keduanya sepakat kerja sama ini akan memberikan dampak positif bagi industri pendukung lainnya. Kemudian, juga mendukung dalam mengamankan penerimaan negara berupa PDRI (Pajak Dalam Rangka Impor).

 

Berita Terkait