IHSG Akhir Pekan Konsolidasi Menguat, Rekomendasi Saham BBCA, TLKM, dan BBRI

30 Juli 2021 05:02 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Karyawan melintas dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa, 27 Juli 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan berada di rentang konsolidasi pada perdagangan Jumat, 30 Juli 2021. Namun, peluang menguat bagi indeks domesktik pada akhir pekan ini masih terbuka lebar.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan bahwa IHSG terlihat sedang berusaha keluar dari rentang konsolidasi wajarnya. Secara teknikal, ia memproyeksikan indeks komposit bergerak pada support resistance 5.948 – 6.123.

“Hari ini IHSG berpotensi terkonsolidasi,” ujarnya melalui riset harian yang diterima Trenasia.com, Jumat, 30 Juli 2021.

Menurutnya, selama IHSG belum mampu dipertahankan di atas level resistance terdekat, maka indeks masih berpeluang untuk bergerak melemah. Selain itu, perlambatan perekonomian yang masih terus menggelayuti sektor riil turut memberikan dampak terhadap kinerja emiten, 

Sehingga, jelang rilis kinerja emiten pada semester I-2021 disinyalir belum akan membaik, ditambah dengan minimnya sentimen serta belum kunjung adanya capital inflow yang melaju signifikan masuk ke pasar modal Indonesia.

Dengan analisisnya tersebut, William merekomendasikan sejumlah saham yang menurutnya layak untuk disimak dan dapat menjadi pertimbangan investor. Antara lain BBCA, JSMR, TLKM, ITMG, BBRI, LSIP, dan CTRA.

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,53% menuju level 6.120,73 pada akhir sesi perdagangan Kamis, 29 Juli 2021. Dalam sehari, terdapat 258 saham menguat, 233 saham terkoreksi, dan 165 sisanya ditutup tanpa mengalami perubahan harga.

IHSG berhasil kembali ke level psikologis 6.100. Pada perdagangan tersebut, indeks bergerak pada rentang 6.096,50 hingga 6.135,35. Saat ini, kapitalisasi seluruh pasar modal domestik sebesar Rp7.318,48 triliun.

Berita Terkait