IHSG Terancam Bearish Jelang Rilis BI Rate, Rekomendasi Saham AALI, SMRA, BNGA, dan GGRM

17 Juni 2021 05:03 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Awak media beraktivitas dengan latar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 13 April 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih berada pada rentang konsolidasi hingga terancam bearish pada akhir perdagangan Kamis, 17 Juni 2021. Sejumlah sentimen menjelang pengumuman tingkat suku bunga (BI Rate) akan menemani pergerakan indeks hingga beberapa waktu ke depan.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan bahwa IHSG terlihat belum mampu menggeser rentang konsolidasi ke arah yang lebih baik. Secara teknikal, indeks komposit akan bergerak pada support resistance 5.924 – 6.123

“Selama support level terdekat dapat dipertahankan, IHSG masih memiliki peluang untuk kembali pada jalur uptrend jangka pendeknya,” tulis William melalui riset hariannya, Kamis, 17 Juni 2021.

Di samping itu, ia turut merekomendasikan saham-saham yang menurutnya layak untuk dicermati dan berpotensi menghasilkan margin. Di antaranya AALI, EXCL, GGRM, ICBP, ITMG, ASII, dan SMRA.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengungkapkan hal serupa. Secara teknikal, kata dia, IHSG mengalami break out support MA5 dengan indikasi lanjutan pelemahan dengan momentum RSI dan Stochastic yang juga bergerak bearish.

“Indikator MACD tertahan pada pergerakan signal line yang berada di area overvalue. Sehingga, IHSG diperkirakan kembali berpotensi tertekan pada rentang gerak 6.053 hingga 6.090,” imbuhnya.

Dengan kondisi tersebut, Lanjar turut membagikan menu-menu saham yang dapat menjadi pertimbangan investor. Antara lain AALI, ACES, BNGA, BSDE, CTRA, HMSP, INKP, LSIP, serta SMRA.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,17% ke level 6.078,57 setelah sempat bergerak terkonsolidasi di ambang zona hijau pada perdagangan Rabu, 16 Juni 2021. Dalam sehari, terdapat 180 saham menguat, 316 saham terkoreksi, dan 155 lainnya berada pada posisi stagnan.

Saham-saham di sektor kesehatan dan keuangan memimpin pelemahan indeks komposit. Sedangkan, penguatan dari saham-saham pada sektor teknologi dan konsumsi non primer gagal membawa IHSG bertahan di zona hijau.

Investor terlihat berhati-hati pada hasil pertemuan FOMC setelah spekulasi pengurangan pembelian aset obligasi dan prospek suku bunga ke depan. Selain itu, para investor juga akan fokus pada langkah Bank Indonesia (BI) dalam menyikapi hasil pertemuan Federal Reserve nanti. (SKO)

Berita Terkait