IHSG Sepekan Turun ke 6.139,49, Saham IDPR dan WEHA Meroket

14 Agustus 2021 11:00 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Sukirno

Karyawan melintas dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa, 27 Juli 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan 1,03% selama sepekan perdagangan. IHSG pada akhir perdagangan pekan ini bertengger di level 6.139,49 dari sebelumnya 6.203,43.

Pada minggu kedua Agustus 2021, rata-rata nilai transaksi harian di bursa mengalami kenaikan tipis 3,64%. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat rata-rata nilai transaksi harian merangkak naik menjadi Rp15,60 triliun dari sebelumnya Ro15,05 pada pekan sebelumnya.

Investor asing secara akumulatif membukukan net sell atau jual bersih Rp404,95 miliar di pasar reguler pada pekan ini. Sementara itu, emiten konstruksi PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) dan emiten transportasi PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) berhasil menjadi top gainers pada penutupan pergadangan di pekan ini.

Dua saham emiten itu menguat double digit masing-masing sebesar 17,59% dan 13,89%. Lalu, ada PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) yang sahamnya menguat 8,67%.

Meski secara perlahan ditinggal PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau ASABRI, saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) masih berhasil menguat 6,83%.

Di sisi lain, saham bank milik taipan Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Bank Internasional Tbk (BABP) bercokol sebagai top losers pada perdagangan pekan ini. saham BABP terkorelasi 6,83%. Top losers kedua pada akhir perdagangan pekan ini adalah PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dengan nilai saham yang ambles 6,71%. 

Berita Terkait