IHSG Sepekan: Tahan di Atas Level Psikologis 6.000, Investor Asing Banyak Jual MLPL dan BBRI

19 Juni 2021 17:55 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Awak media mengamati layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 17 Mei 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok 1,45% pada pekan ini. Pada akhir perdagangan Jumat, 18 Juni 2021, IHSG parkir di level 6.007,12.

Pada level terendahnya, IHSG sempat berada di level 5.944,05 pada pekan ini. Penurunan IHSG ini tidak lepas dari aksi net sell atau jual bersih asing sebesar Rp702,27 miliar.

Sepanjang Januari hingga 18 Juni 2021 (year to date), BEI merangkum dana asing yang hengkang dari bursa mencapai Rp15,73 triliun.

Kapitalisasi bursa selama sepekan ikut turun 1,41% dari Rp7.210,57 triliun pada pekan lalu menjadi Rp7.108,55 triliun pada pekan ini. Sementara itu, rata-rata frekuensi harian Bursa ambles 7,12% menjadi 1.165.339 transaksi dari pekan sebelumnya yaitu 1.254.635 transaksi.

Rata-rata volume transaksi harian Bursa juga mengalami perubahan sebesar 11,87% menjadi 21,293 miliar saham dari 24,161 miliar saham pada pekan yang lalu.

Dari catatan BEI, asing paling banyak menjual saham PT Multipolar Tbk (MLPL) sebesar Rp535,4 miliar.

Rencana right issue PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga membuat asing hengkang dengan menjual Rp421,2 miliar saham emiten pelat merah tersebut. Akibatnya, saham BBRI terpantau terjun 8,64% ke level Rp3.910 per saham pada pekan ini.

Saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) milik Sandiaga Uno tidak lepas dari aksi net sell investor asing. Menurut data BEI, asing tercatat menjual Rp147,26 miliar saham TBIG dalam sepekan ini.

Di sisi lain, aksi net buy asing paling banyak berada di PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) sebesar Rp143,2 miliar. Berbeda nasib dari BBRI, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk juga justru kecipratan aksi net buy asing terbesar kedua sebesar Rp69,9 miliar selama sepekan.

Jika ditinjau secara sektoral, teknologi jadi satu-satunya sektor yang berhasil menguat tipis 0,12% pada pekan ini. Sektor bahan baku tercatat terkorelasi 2,28%, properti dan real estate turun 1,67%, hingga kesehatan ikut terperosok 1,39%. (SKO)

Berita Terkait