IHSG Sepekan Berpeluang Konsolidasi Cenderung Menguat, Saham Pilihan OmFin: TOWR, BMRI, dan BBNI

April 12, 2021, 06:06 AM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Pewarta mengambil gambar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 15 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami konsolidasi menguat pada pekan ini (12 April 2021 – 16 April 2021). Selama sepekan, IHSG diprediksi berada pada rentang support 6.000 – 5.944 serta level resistance 6.150 – 6.230.

Secara global, pergerakkan indeks akan dipengaruhi oleh sejumlah rilis laporan keuangan emiten. Di dalam negeri, gelombang ketiga dan masalah vaksin AstraZenca menjadi katalis negatif bagi pelaku pasar Indonesia.

Dengan analisis tersebut, CEO Finvesol Consulting Fendy Susianto merekomendasikan sejumlah saham yang berpotensi profit pada pekan ini. Di antaranya PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

Ia merekomendasikan beli saham TOWR pada kisaran harga Rp1.090 hingga Rp1.105 per lembar dengan stop (cut) loss level Rp1.050. Sedangkan target jual saham emiten menara Grup Djarum ini berada pada level harga Rp1.200 per lembar.

Selanjutnya, pria yang akrab disapa OmFin ini merekomendasikan saham BMRI untuk dibeli pada rentang harga Rp6.400 – Rp6.475 per lembar. Adapun stop loss level berada pada Rp6.250 per lembarnya.

“Target jual yang dituju untuk saham BMRI pada pekan ini yakni Rp6.850 per lembar,” ujar OmFin dalam riset mingguan yang diterima TrenAsia.com, Senin 12 April 2021.

Menginjak saham yang ketiga, ia merekomendasikan saham BBNI dibeli pada kisaran harga Rp5.900 – Rp6.000 per lembar dengan cut loss level Rp5.700. Sedangkan, target jual OmFin pada saham BBNI yakni pada level harga Rp6.500 per lembar.

Review Rekomendasi Saham Pekan Sebelumnya
Fendi Susiyanto host di program Podcast OmFin Channel (Omongan Investasi dan Financial) /dok TrenAsia

Pada pekan lalu, OmFin telah merekomendasikan tiga saham pilihannya yang berpotensi menghasilkan cuan. Ketiga saham tersebut adalah PT Indosat Tbk (ISAT), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Pada waktu itu, ia merekomendasikan saham ISAT dibeli pada kisaran harga Rp6.300 – Rp6.400 per lembar dengan stop loss level Rp5.700. Lalu, target jual berada pada kisaran Rp6.700 hingga Rp7.000 per lembar saham.

Hasilnya, saham ISAT ditutup pada level harga Rp6.625 per lembar pada akhir perdagangan Jumat, 9 April 2021. Sedangkan, level tertingginya sudah mencapai level harga Rp7.300 per lembar.

“Ini sudah menembus target jual tertinggi pada level Rp7.000. Sehingga di sini ada realized profit at target price sebesar 11,11 persen. Daging semua ya,” papar dia.

Kemudian, ia juga merekomendasikan saham TBIG agar dibeli pada harga Rp2.000 – Rp2.050 per lembar dan cut loss level dipasang pada harga Rp1.930. Target jual saham OmFin pada saham TBIG di kisaran Rp2.300 hingga Rp2.500 per lembar.

Hingga akhir sesi perdagangan pekan lalu, saham TBIG ditutup pada level harga Rp2.110 per lembar dengan level harga tertingginya yaitu Rp2.150 per lembar. Dengan kata lain, terdapat unrealized loss sebesar 5,50% pada saham TBIG.

“Jadi ini masih running trade atau berlanjut ya. Tapi, kalau kemudian ingin dipangkas atau take profit, keuntungannya sudah lumayan,” ucap OmFin.

Saham terakhir yang menjadi rekomendasinya adalah saham ANTM dibeli pada harga Rp2.200 – Rp2.240 per lembar dengan stop loss level Rp2.050 per lembar. Target jual saham emiten tambang pelat merah ini pada level harga Rp2.500 per lembar.

Pada akhir pekan lalu, saham ANTM ditutup menguat ke level harga Rp2.340 per lembar dengan level tertingginya pada harga Rp2.490 di mana ini hampir menyentuh level target jual. Dengan kata lain, terdapat unrealized profit sebesar 6,36% pada harga penutupan saham ANTM.

Jika disimpulkan, dari tiga rekomendasi saham OmFin pada pekan lalu, terdapat satu rekomendasi yang sudah profit, dan dua lainnya berada pada posisi unrealized profit dengan persentase keuntungan yang cukup besar.

“Pesan OmFin tetap batasi kerugian dengan selalu memasang stop loss loss saat melakukan trading. Terus investasi, cuan party enggak cuan ngopi,” pungkasnya. (SKO)