IHSG Rawan Koreksi Jelang Simposium Jackson Hole, Simak Rekomendasi Saham MNC Hari Ini

27 Agustus 2021 09:15 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

Karyawan melintas di depan layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin, 21 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Para pelaku pasar akan mengamati hasil simposium tahunan Jackson Hole pada Jumat, 27 Agustus 2021. Di tengah penantian tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi rawan koreksi pada perdagangan akhir pekan ini.

Pengamat Pasar Modal MNC Asset Management, Edwin Sebayang mengatakan aksi tekanan jual masih akan berlangsung pada hari ini. Menurutnya, ada beberapa sentimen yang akan memengaruhi pergerakan IHSG.

Ia menyebut, faktor kombinasi jatuhnya Indeks DJIA sebesar -0,54% mengantisipasi simposium tahunan Jackson Hole mengenai keputusan The Fed terkait rencana pengurangan bond-buying sebesar US$10 miliar dari US$120 miliar di dalam paket stimulus.

Di samping itu, kata dia, para pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan yang terjadi di Afganistan setelah 12 tentara AS tewas dan puluhan lainnya terluka akibat ledakan yang terjadi di pintu masuk Kabul International Airport dan satu lagi di dekat hotel di Kabul.

Secara teknikal, Edwin memproyeksikan indeks komposit akan bergerak pada rentang support resistance 6.018 sampai dengan 6.110. Sementara itu, nilai tukar rupiah akan berada di kisaran Rp14.335 – Rp14.470 per dolar AS.

“Faktor lain yang berpotensi menjadi sentimen negatif yakni turunnya EIDO sebesar 1,72 persen serta turunnya beberapa harga komoditas diantaranya minyak dan nikel,” imbuhnya melalui riset yang diterima TrenAsia.com, Jumat, 27 Agustus 2021.

Dengan analisis tersebut, Edwin merekomendasikan beli saham ADRO, MAPI, KLBF, SSIA, PRDA, UNTR, PZZA, TKIM, PTBA, dan SILO. Di sisi lain, saham MARI, VIVA, serta INCO direkomendasikan jual pada hari ini. 

IHSG ditutup melemah 0,90% menuju level 6.058,08 pada akhir sesi perdagangan Kamis, 26 Agustus 2021. Indeks sektor keuangan, infrastruktur, material dasar menjadi indeks yang paling tertekan pada perdagangan kemarin dengan catatan asing melakukan aksi jual bersih (net sell) Rp273,46 miliar.

Berita Terkait