IHSG Pekan Ini Konsolidasi, OMFin Rekomendasi Saham BNBA, SRTG, dan EXCL

14 Juni 2021 07:04 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Gedung XL Axiata. / Xlaxiata.co.id

JAKARTA – CEO Finvesol Consulting, Fendy Susianto memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan lebih terkonsolidasi pada perdagangan pekan ini, 14 – 18 Juni 2021. Menurutnya, indeks akan tetap menguji level resistance 6.200 dengan support 6.050.

Berdasarkan analisis tersebut, Fendy merekomendasikan tiga saham yang dapat memberikan profit selama perdagangan pekan ini. Antara lain PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), serta PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Ia merekomendasikan saham BNBA dibeli pada kisaran harga Rp995 – Rp1.010 per lembar dengan stop (cut) loss level Rp750 per lembar. Sementara itu, target jual berada pada rentang harga Rp1.700 hingga Rp2.100 per lembar saham.

Kemudian, pria yang akrab disapa OMFin ini juga merekomendasikan beli saham SRTG pada level harga Rp1.590 – Rp1.165 per unit. Sedangkan, cut loss level yang ditetapkannya pada saham emiten investasi ini pada angka Rp1.470 dan target jual Rp2.100 per lembar.

“Sebenarnya STRG sudah OMFin rekomendasikan pada pekan lalu dan sudah profit 20–32 persen. Tapi OMFin melihat masih ada peluang besar untuk mengalami apresiasi harga,” ujarnya melalui riset mingguan yang diterima TrenAsia.com, Senin 14 Juni 2021.

Rekomendasi saham OMFin yang ketiga pada pekan ini jatuh pada saham EXCL dengan entry level pada harga Rp2.500 – Rp2.570 dan cut loss level Rp2.450. Adapun target jual saham EXCL berada pada rentang Rp2.800 hingga Rp2.900 per sahamnya.

Review IHSG dan Rekomendasi Saham Pekan Lalu
Founder and CEO Finvesol Consulting, Fendi Susiyanto saat mengisi Podcast Obrolan Finansial dan Investasi (OmFin) di Jakarta. Foto: doc. TrenAsia

Pada pekan lalu (7 – 11 Juni 2021), OMFin memproyeksikan IHSG akan menguji level resistance 6.400 dengan level support 6.050. Namun, tampaknya IHSG kesulitan menyentuh level resistance tersebut, dan ditutup pada level 6.095,50 pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Di kesempatan yang sama, ia juga sempat membagikan tiga menu saham unggulan yang menurutnya layak untuk dicermati. Di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Saat itu, OMFin merekomendasikan saham BBRI dibeli pada rentang harga Rp4.250 – Rp4.340 per lembar dengan stop (cut) loss level Rp4.100 per lembar. Sedangkan, target jual berada pada kisaran Rp4.550 hingga Rp4.700 per lembar saham.

Hingga akhir perdagangan Jumat, 11 Juni 2021, saham BBRI mengalami unrealized profit sebesar 0,71% setelah ditutup pada harga Rp4.280 per lembar. Padahal, saham BBRI sempat menyentuh level tertinginya, yakni Rp4.390 per unit.

Saham selanjutnya yang menjadi rekomendasi OMFin pekan lalu ialah BBCA dibeli pada level harga Rp32.500 – Rp32.900 per lembar dan cut loss level dipasang pada level Rp31.500. Target jualnya pada saat itu berada pada harga Rp34.500 per lembar.

Hingga penutupan perdagangan akhir pekan lalu, saham BBCA berada pada level harga Rp32.350 per lembar. Sehingga, terdapat unrealized loss sebesar 0,46% pada saham perbankan milik orang terkaya di Indonesia tersebut.

“Saham ini juga masih running trade ya sampai pekan ini. Sementara itu, harga tertinggi saham BBCA pada pekan lalu sebenarnya sudah mencapai Rp33.100,” papar OMFin.

Terakhir, ia merekomendasikan beli saham SRTG pada rentang harga Rp1.200 – Rp1.250 per unit dengan stop loss level pada Rp1.150. Adapun target jual dia pada berada pada kisaran Rp1.400 hingga Rp1.500 per lembar.

Hasilnya, saham SRTG meroket sekitar 20% – 32% menembus target jual pada perdagangan akhir pekan lalu dengan harga penutupan Rp1.665 dan harga tertinggi Rp1.700 per lembar saham.

Kendati sudah menghasilkan profit yang sangat besar, OMFin melihat masih adanya potensi kenaikan lanjutan pada saham SRTG pada pekan ini, sehingga kembali melanjutkan trading-nya pada saham tersebut.

“Itulah review rekomendasi saham pekan lalu, dua di antaranya sudah profit atau unrealized profit. Yang paling besar yaitu saham SRTG. Tetap investasi, cuan party, enggak cuan ngopi,” tutup OMFin dengan slogan khas miliknya. (SKO)

Berita Terkait