IHSG Nyaris Samai Awal 2020, Airlangga Optimistis Pemulihan Ekonomi Pascapandemi Lebih Cepat

31 Desember 2020 07:26 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengikuti Rapat Terbatas Kabinet tentang Antisipasi Kebutuhan Bahan Pangan Pokok, Selasa 21 April 2020/ Foto: Ekon.go.id

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa situasi ekonomi mulai membaik. Bahkan ia optimistis pemulihan ekonomi nasional pascapandemi COVID-19 lebih cepat dibandingkan dengan krisis moneter 1998 serta krisis global 2008.

Keyakinan Airlangga berdasarkan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mendekati level psikologis 6.000 pada penutupan perdagangan akhir tahun 2020. Berkaca pada krisis 1998, Indonesia membutuhkan waktu dua tahun untuk pulih, sedangkan di 2008 memerlukan waktu satu tahun.

“Di akhit tahun ini, Alhamdulilah situasi mulai membaik dan dalam penutupan mendekati 6.000, walaupun kemarin sempat masuk 6.000,” ujarnya dalam kegiatan seremoni penutupan perdagangan BEI 2020 di Jakarta, Rabu 30 Desember 2020.

Menurutnya, penguatan IHSG hingga 21,8% dalam tiga bulan terkahir menunjukkan masa pra COVID-19 dan pos COVID-19. Pasalnya, pergerakan IHSG menjadi gambaran ekonomi nasional karena biasanya pelaku pasar saham bereaksi lebih cepat dari pada sektor rill.

Adapun, IHSG tahun 2020 ditutup lebih rendah dari level psikologis 6.000. Berdasarkan data RTI Business, Rabu 30 Desember 2020, IHSG ditutup melemah 0,95% ke level 5.979,07.

Saham-saham di sektor infrastruktur dan industri dasar menjadi penekan laju indeks dengan pelemahan masing-masing 2,49% dan 2,02%. Sementara, emiten-emiten LQ45 turut menjadi pelemahan IHSG sebesar 1,13%.

Sedangkan, Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini hanya mampu mencatatkan total transaksi saham Rp14,1 triliun dengan frekuensi transakasi 1,15 juta kali dengan volume saham 24,5 miliar.

BEI juga mencatat sebanyak 51 perusahaan berhasil melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sepanjang tahun 2020. Capaian ini menjadikan Indonesia negara dengan perusahaan terbanyak yang melakukan IPO selama tahun pandemi. (SKO)

Berita Terkait