IHSG Merah Usai Jokowi Baca Nota Keuangan, Ini Penyebabnya

16 Agustus 2021 18:40 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Layar pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di atas 5.000 dan parkir di zona hijau dengan menguat 0,85 persen ke level 5.176,099 pada akhir sesi. Sebanyak 213 saham menguat, 217 terkoreksi, dan 161 stagnan, IHSG mengalami penguatan seiring dengan sentimen Omnibus Law dan langkah Bank Indonesia untuk pemulihan ekonomi. Selain itu, rencana merger bank BUMN syariah turut mendorong saham-saham perbankan lainnya, dan mengisi jajaran top gainers hari ini. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,84% ke level 6.087,91 pada akhir sesi perdagangan Senin, 16 Agustus 2021. Pelemahan indeks domestik terjadi setelah pembacaan nota keuangan 2022 dengan proyeksi positif. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 mencapai Rp868 triliun. Nominal defisit APBN itu setara 4,82% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Dalam RAPBN 2022, belanja negara mencapai nilai Rp2.708,7 triliun. Rinciannya, belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.938,3 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp770,4 triliun.

Mantan Wali Kota Solo ini juga menargetkan pendapatan negara pada tahun depan bisa menyentuh Rp1.840,7 triliun. Perpajakan masih akan menjadi tumpuan utama untuk mengisi kas negara pada periode tahun depan.

Di sisi lain, angka asumsi makro yang telah disepakati yaitu pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%-5,8%, tingkat inflasi 2%-4%, nilai tukar rupiah berada pada kisaran Rp13.900-Rp15.000 per dolar Amerika Serikat, dan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun 6,32%-7,27%.

Menanggapi hal tersebut, Founder Trading Seru, Indrawijaya Rangkuti mengatakan bahwa koreksi yang terjadi pada IHSG hari ini bukan disebabkan oleh pengumuman adanya pengumuman nota keuangan. Menurutnya, ada beberapa hal yang memengaruhi pelemahan indeks. 

“Kebetulan hari ini hari kejepit, bisa jadi volume transaksi enggak sebanyak hari-hari sebelumnya. Di samping itu, ada kemungkinan beberapa investor melakukan ambil untung atau profit taking,” ujarnya pada program SahamCuan melalui akun Instagram @omfinchannel, Senin, 16 Agustus 2021.

Berita Terkait