IHSG Masih Tren Positif 6.000, Rekomendasi Saham BBCA, KLBF, dan ICBP

April 07, 2021, 05:02 AM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Karyawan melintas dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 1 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami bullish pada perdagangan Rabu, 7 April 2021. Secara teknikal, indeks tampak sedang berusaha keluar dari rentang konsolidasi wajar.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi IHSG akan bergerak di zona hijau pada rentang 5.827–6.088 hingga akhir perdagangan sore nanti. Menurutnya, masih adanya aliran dana asing (capital inflow) secara year-to-date (ytd) turut menjadi penopang kenaikan IHSG.

“Jelang rilis data perekonomian cadangan devisa pada hari ini disinyalir masih berada dalam kondisi stabil tentunya juga akan memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG,” ujarnya melalui riset harian yang diterima TrenAsia.com, Rabu 7 April 2021.

Dengan analisis tersebut, William tak lupa merekomendasikan sejumlah saham yang menjadi pilihannya. Antara lain BBCA, AKRA, EXCL, INDF, JSMR, BBNI, SMRA, dan KLBF.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menyebut indeks komposit pada hari ini berpeluang mengalami penguatan menuju level resistance setelah sebelumnya menguji garis MA 60.

“Berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance minimum berada pada 5.940,99 hingga 6.054,36,” papar Nafan.

Ia bilang, berbagai indikator telah menunjukkan hal yang variatif. MACD masih menunjukkan sinyal negatif. Di sisi lain indikator stochastic dan RSI justru mulai berada pada area netral.

Ia tak lupa membagikan menu-menu saham yang menurutnya layak untuk dicermati dan dapat menjadi pertimbangan investor. Di antaranya ASII, BBCA, ICBP, INDY, INTP, MYOR, SMGR, serta WSBP.

Sebelumnya, IHSG berhasil ditutup menguat 0,54% ke level 6.002,77 pada akhir sesi perdagangan Selasa, 6 April 2021. Dalam sehari, sebanyak 301 saham naik, 186 saham terkoreksi, dan 159 saham tak bergerak dari posisinya alias stagnan. (SKO)