IHSG Masih Membentuk Simetrical Triangle dalam Sepekan, Rekomendasi Saham OMFin BBNI, BBCA, dan INDF

31 Agustus 2021 08:45 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

IHSG ditutup menguat hari ini (Trenasia)

JAKARTA – CEO Finvesol Consulting, Fendy Susianto menyebut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak konsolidasi membentuk pola simetrical triangle dengan rentang support resistance 5.950 – 6.150 pada perdagangan pekan ini, 30 Agustus – 3 September 2021.

Berdasarkan analisis tersebut, ia merekomendasikan tiga saham yang berpotensi mendulang cuan selama sepekan perdagangan. Di antaranya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), serta PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

OMFin, sapaan karib Fendy merekomendasikan saham BBNI pada rentang harga Rp5.200 – Rp5.300 per lembar dengan stop (cut) loss level Rp5.100 per lembar. Sedangkan, target jualnya berada pada level harga Rp5.800 per lembar.

Rekomendasi saham selanjutnya yakni BBCA dibeli pada kisaran harga Rp32.200 – Rp32.550 per lembar. Sementara itu, ia memberikan saran agar cut loss level sebaiknya dipasang pada harga Rp34.500 per lembar saham. 

“Target jual OMFin untuk saham BBCA pada level harga Rp34.500 per lembar,” ujarnya dikutip dari Youtube OmFin Channel, Selasa, 31 Agustus 2021.

Selanjutnya, ia juga merekomendasikan saham INDF dibeli pada rentang harga Rp6.300 hingga Rp6.425 per lembar dengan stop loss level Rp6.100 per lembar. Kemudian, target jual sahamnya berada pada level Rp6.700.

 

Review IHSG dan Saham Pekan Lalu

 

Pada pekan lalu, 23 – 27 Agustus 2021, OMFin memprediksi IHSG bergerak dalam rentang konsolidasi sempit menguji level support resistance 5.970 – 6.100. Nyatanya, indeks memang tampak sulit keluar dari rentang konsolidasi dan ditutup pada level 6.041,37 pada akhir pekan lalu.

Di samping itu, ia juga sempat merekomendasikan tiga saham pilihan pada pekan sebelumnya. Ketiga saham tersebut yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP), serta PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS).

Saham pertama yang menjadi rekomendasinya pada saat itu adalah BBNI dibeli pada rentang harga Rp5.300 – Rp5.425 per lembar dengan stop loss level Rp5.150 per lembar. Sedangkan, target jualnya berada pada level harga Rp5.800 per lembar.

Pada akhir sesi perdagangan Jumat, 27 Agustus 2021, saham BNII ditutup pada level Rp5.300 per lembar. Dengan demikian, terdapat unrealized loss sebesar 0% pada saham perbankan pelat merah tersebut.

Rekomendasi saham selanjutnya pada pekan lalu adalah BABP dibeli pada kisaran harga Rp390 – Rp404 per lembar dengan cut loss level Rp350 per lembar. Adapun target jual OMFin untuk saham ini pada level harga Rp450 per lembar.

Hingga akhir perdagangan pekan lalu, saham BABP ditutup pada level Rp436 per lembar atau mengalami unrealized gain hingga 7,38%. Bahkan, saham BABP sempat menyentuh harga Rp500 pada level tertingginya.

“Ini masih running trade ya. Tapi bagi yang mau take profit, dipersilakan,” tutur OMFin.

Rekomendasi terakhir, yakni saham IMAS dibeli pada rentang harga Rp1.100 hingga Rp1.165 per lembar dengan stop loss level Rp1.020 per lembar. Kemudian, target jual sahamnya berada pada level harga Rp1.400.

Adapun pada sesi akhir perdagangan Jumat lalu, saham IMAS ditutup pada level Rp1.000 per lembar. Merujuk rekomendasi pekan lalu, saham ini mengalami realized loss at stop loss pada level harga Rp1.020.

“Itu lah review tiga rekomendasi saham pekan lalu. Jangan lupa terus menggunakan stop loss level untuk membatasi kerugian dan trading dengan cara yang baik dan benar. Cuan party, enggak cuan ngopi,” tutup OMFin. 

Berita Terkait