IHSG Masih Konsolidasi Usai Rilis BI Rate, Simak Saham EMTK, LSIP, ZYRX, dan WIKA

18 Juni 2021 05:02 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Karyawan melintas dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 17 Mei 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih bergerak pada rentang konsolidasi pada perdagangan Jumat, 18 Juni 2021. Fluktuasi nilai tukar rupiah serta harga komoditas disinyalir masih akan membayangi pergerakan indeks komposit.

Analis Panin Sekuritas, William Hartanto mengatakan bahwa IHSG masih bergerak konsolidasi menguji resistance 6.114 pada perdagangan akhir pekan ini. Secara teknikal, indeks akan berada pada rentang gerak 6.000 hingga 6.114.

“Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam range 6.000 sampai dengan 6.114,” tulis William melalui riset harian yang diterima TrenAsia.com, Jumat 18 Juni 2021.

Dengan analisis tersebut, menurutnya terdapat empat saham yang layak untuk dicermati dan dapat menjadi pertimbangan para investor hingga beberapa waktu ke depan. Di antaranya BFIN, EMTK, SCMA, dan ZYRX.

Sementara itu, Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi justru melihat adanya sinyal pelemahan lanjutan dari berbagai indikator. Secara teknikal, IHSG akan berada pada support resistance 6.006 – 6.082 selama perdagangan hari ini.

“IHSG terkonfirmasi break out MA5 dan menutup gap yang terbentuk pada pekan lalu. Indikator stochastic dan RSI bergerak bearish momentum dan MACD terlihat divergence negatif,” paparnya.

Berdasarkan gambaran itu, Lanjar turut membagikan sejumlah menu saham yang dapat disimak secara teknikal. Antara lain ACES, ANTM, BBTN, BSDE, JSMR, LSIP, serta WIKA.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,17% menuju level 6.068,45 pada akhir sesi perdagangan Kamis, 17 Juni 2021. Dalam sehari, tercatat ada 179 saham menguat, 327 saham terkoreksi, dan 145 saham ditutup tidak mengalami perubahan harga.

Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur BI di level 3,5% sesuai ekspektasi pasar di saat sinyal Taper Tantrum dan prospek suku bunga the Fed kian memanas pascapertemuan FOMC. (SKO)

Berita Terkait