IHSG Masih Bergerak di Bawah Level 5.900, Simak Saham BBRI, BBNI, KLBF, dan AKRA

24 Mei 2021 06:10 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Awak media beraktivitas dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 17 Mei 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Pasar modal Indonesia masih dibayangi oleh gelombang tekanan yang terlihat belum akan berakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak di bawah level 5.900 pada perdagangan Senin, 24 Mei 2021.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyatakan IHSG bakal terkonsolidasi pada rentang 5.711 – 5.860 hingga sore nanti. Menurutnya, fluktuasi nilai tukar rupiah akan turut mewarnai pergerakan indeks.

“Selama support level terdekat dapat dipertahankan dengan kuat, maka IHSG masih memiliki peluang untuk kembali pada jalur uptrend jangka pendeknya,” ujarnya melalui riset harian yang diterima TrenAsia.com, Senin 24 Mei 2021.

Dalam paparannya itu, William juga merekomendasikan sejumlah saham unggulan yang menurutnya layak untuk disimak. Antara lain BBRI, KLBF, ITMG, BBNI, SMGR, TLKM, dan AKRA.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menyebut IHSG akan mengawali pekan dengan penguatan pada support resistance 5.740 – 5.850.

Sedangkan, kata dia, indikator stochastic menjenuh pada area oversold dengan kondisi undervalue indikator MACD.

“Secara teknikal IHSG bergerak tertahan pada level resistance moving average 5 hari di ksiaran 5800,” tutur Lanjar.

Lebih lanjut ia bilang bahwa pergerakan saat ini cukup rendah mendekati level support moving average 200 dan berhasil memantul pada level pivot fibonacci pada kisaran 5.740 sehingga peluang pergerakan rebound masih cukup berpotensi.

Dengan analisis tersebut, ia tak lupa membagikan menu-menu saham yang dapat menjadi pertimbangan para investor. Di antaranya AKRA, ANTM, ASII, BBNI, BBRI, BBTN, BMRI, IMJS, INCO, INDY, KLBF, serta TBIG.

Sebelumnya, IHSG terkoreksi 0,42% menuju level 5.773,12 pada penutupan perdagangan Jumat, 21 Mei 2021. Dalam sehari, ada 179 saham menguat, 309 saham turun, dan 154 berada pada posisi stagnan.

Pelemahan indeks komposit pada akhir pekan itu disinyalir akibat langkah aman yang diambil para investor pascalaporan posisi dari transaksi berjalan Indonesia yang kembali defisit US$1 miliar atau sebesar 0,4% dari produk domestik bruto (PDB) setelah triwulan sebelumnya mencatatkan surplus sebesar US$900 juta atau setara 0,3% dari PDB.

Berita Terkait