IHSG Konsolidasi, Unilever (UNVR) Sudah Layak Dikoleksi?

06 September 2021 09:00 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Laila Ramdhini

Awak Media mengambil gambar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jum’at, 17 Juli 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) mencatat koreksi 0,21 persen di akhir sesi pertama perdagangan Jumat 17 Juli 2020. Kekhawatiran terkait gelombang kedua penyebaran virus corona (Covid-19) dan aksi ambil untuk atau profit taking dinilai menjadi penyebab koreksi indeks. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak di rentang konsolidasi pada perdagangan Senin, 6 September 2021. Sejumlah sentimen akan membayangi pergerakan indeks pada awal pekan ini

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG masih bersifat technical rebound. Secara teknikal, indeks komposit diproyeksikan bergerak pada support resistance 5.969 – 6.202.

Menurutnya, IHSG berpeluang menguat, mengingat indeks terlihat cukup kuat menjaga support level terdekatnya. Namun, kata dia, para investor asing belum mencatatkan pertumbuhan capital inflow secara signifikan.

“Sehingga, rentang gerak IHSG masih akan berada dalam fase konsolidasi hingga beberapa waktu mendatang,” ujarnya melalui riset harian yang diterima TrenAsia.com, Senin, 6 September 2021.

Dengan analisis tersebut, William turut merekomendasikan saham-saham yang menurutnya dapat mendatangan profit untuk para pelaku pasar. Di antaranya BBCA, TLKM, AALI, BBNI, ITMG, PWON, dan UNVR.

Sementara, Analis Panin Sekuritas, William Hartanto menyebut pergerakan IHSG masih konsolidasi dan cukup rawan terjadi profit taking di area resistance. Sehingga, ia memperkirakan indeks berpotensi menguat terbatas dengan resistance 6.172.

“Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat pada rentang 6.000 sampai dengan 6.172,” papar dia.

Sebelumnya, HSG ditutup menguat 0,80%) menuju level 6.126,92 pada perdagangan Jumat, 3 September 2021. Sepanjang perdagangan tersebut, tercatat ada 240 saham menguat, 238 saham menurun, dan 164 saham ditutup tidak mengalami perubahan harga. 

 

Rekomendasi Saham Reliance

 

[INDY]

Demand Zone/Resistance Breakout: Menguat meninggalkan demand zone dan menembus garis resistance pada 1360.

Rekomendasi: Speculative buy and hold selama harga bertahan di atas 1360, TP 1710.

Support: 1360; 1320; 1255.

Resistance: 1540; 1710.

 

Stock Update [KLBF]

Resistance Breakout: Menguat menembus resistance pada 1420, melanjutkan penguatan pada target 1500 dan 1570 sebagai resistance selanjutnya.

Rekomendasi: Sell on strength pada area resistance.

Support: 1420.

Resistance: 1500; 1570.

 

[MGRO]

Sideways Trend: Mengalami pergerakan sideways dalam area 715 s/d 745, menguji resistance pada 750.

Rekomendasi: Trading dalam area sideways, target setelah 750 adalah 840.

Support: 715; 685.

Resistance: 750; 840.

 

[UNVR]

Reversal: Menguat menembus MA5 pada time frame mingguan, membentuk support pada 4010.

Rekomendasi: Speculative buy and hold hanya selama harga bertahan di atas 4010, TP 4470 s/d 4800.

Support: 4010.

Resistance: 4470; 4800.

Berita Terkait