IHSG Konsolidasi Jelang Rilis Cadangan Devisa, Rekomendasi Saham KLBF, ASRI, INDF, dan RALS

May 07, 2021, 05:01 AM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Awak media beraktivitas dengan latar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 13 April 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar pada perdagangan Jumat, 7 Mei 2021. Sentimen menjelang hari raya Idulfitri disinyalir masih akan mempengaruhi pergerakan indeks pada akhir pekan ini.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi IHSG akan bergerak terkonsolidasi pada rentang 5.827 – 6.088 hingga akhir sesi perdagangan nanti. Menurutnya, IHSG berpeluang mengalami koreksi wajar jika indeks belum mampu menembus level resistance.

“Jelang rilis data perekonomian, cadangan devisa pada hari ini disinyalir masih akan menunjukkan stabilnya perekonomian Indonesia akan turut mewarnai pergerakan IHSG,” ujarnya melalui riset harian yang diterima TrenAsia.com, Jumat 7 Mei 2021.

Meskipun pasar diprediksi melemah, William turut merekomendasikan sejumlah saham yang menarik untuk dicermati. Di antaranya INDF, ITMG, BBNI, AKRA, WIKA, KLBF, dan ASRI.

Sementara itu, Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menyebut IHSG mencoba menguat dengan support resistance 5.942 hingga 6.012. Secara teknikal, kata dia, indeks komposit terkonsolidasi pada area support bullish trend line dan indikasi whipsaw MA5 menuju MA20.

“Indikator Stochastic terkonsolidasi pada area middle dengan MACD yang undervalue,” tutur Lanjar

Dengan analisisnya itu, ia turut membagikan menu-menu saham yang dapat disimak sebagai pertimbangan para investor. Antara lain ASRI, BNGA, ERAA, KLBF, PNBN, RALS, WSKT, serta SMRA.

Sebelumnya, IHSG terkoreksi tipis sebesar 0,09% ke level 5.970,24 pada penutupan perdagangan Kamis, 6 Mei 2021. Dalam sehari, terdapat 222 saham menguat, 268 saham turun, dan 149 lainnya berada pada posisi stagnan.

Terkoreksinya indeks komposit didorong oleh penurunan pada sektor barang konsumen non-primer sebesar 1,02%, barang baku 0,59%, dan sektor perindustrian turun 0,45%.

Sedangkan, indeks saham Jepang dan Hong Kong ditutup naik dengan indeks Nikkei menguat 1,80%, TOPIX naik 1,54% dan Hang Seng terkerek 0,77%. Sementara, indeks CSI300 di Tiongkok turun 1,22%. (SKO)