IHSG Jenuh Beli, Rekomendasi Saham ACES, BBTN, ICBP, dan BBNI

14 Juni 2021 05:04 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Karyawan beraktivitas dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 17 Mei 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami tekanan pada perdagangan Senin, 14 Juni 2021. Sejumlah sentimen juga akan membayangi pergerakan indeks selama perdagangan awal pekan ini.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, IHSG membentuk pola false break resistance 6.118 dan fractal 6.103. Candlestick menunjukan pola bearish counter attack dengan indikator Stochstic dan RSI yang mengarah ke area jenuh.

“Indikasi terkoreksi pada perdagangan selanjutnya menguji support moving average 5 hari pada rentang pergerakan 6.044 hingga 6.118,” kata Lanjar melalui riset harian yang diterima TrenAsia.com, Senin, 14 Juni 2021.

Dengan gambaran tersebut, ia merekomendasikan saham-saham yang menurutnya layak untuk dicermati secara teknikal. Di antaranya ACES, BBTN, BJBR, BSDE, HRUM, ICBP, INCO, LSIP, MIKA, PTBA, PWON, dan TBLA.

Sementara itu, CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyebut hari ini IHSG masih berpotensi bergerak dalam rentang terbatas dengan support resistance 5.924 – 6.123. Namun, kondisi perekonomian Indonesia yang stabil dan kuat disinyalir menjadi penopang gerak IHSG.

“Jika level resistance terdekat berhasil ditembus dalam beberapa waktu mendatang, maka IHSG berpotensi untuk kembali pada jalur uptrend jangka pendeknya,” imbuhnya.

Berdasarkan kondisi ini, William juga membagikan menu-menu saham yang dapat menjadi pertimbangan para investor hingga beberapa waktu ke depan. Antara lain ICBP, BBNI, SMGR, AALI, ITMG, BMRI, serta WIKA.

Sebelumnya, IHSG terkoreksi 0,20% ke level 6.095 pada akhir sesi perdagangan Jumat, 11 Juni 2021. Pada perdagangan akhir pekan itu, Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp2,62 triliun yang didominasi oleh pasar negosiasi. (SKO)

Berita Terkait