IHSG Jeblok Paling Buruk di Dunia, Ramai-Ramai Saham Kena ARB Termasuk BBKP, BUMI dan ANTM

January 19, 2021, 06:08 PM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Karyawan beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah dan terjerembab di zona merah pada penutupan perdagangan, Selasa 19 Januari 2021. Sejumlah saham juga terkena auto reject bawah alias ARB. Bahkan, IHSG menjadi indeks dengan koreksi terburuk di antara bursa utama dunia.

Mengutip data perdagangan RTI, laju IHSG ditutup terkoreksi 67,97 poin atau 1,06% menjadi 6.321,85 dengan kapitalisasi pasar Rp7.393,87 triliun. Meski IHSG turun, investor asing justru memborong saham dengan membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp262,8 miliar dengan capaian sejak awal tahun Rp10,6 triliun.

Saat IHSG jeblok, sejumlah saham di jajaran top losers turut mengalami ARB, antara lain PT PP Properti Tbk (PPRO), PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM).

PPRO menduduki posisi paling bawah dalam Indeks Komposit setelah terkoreksi 7% sekaligus terkena ARB. BBKP juga tercatat menyentuh level auto reject bawah dua kali dan ditutup dengan koreksi sebesar 6,94%.

Selanjutnya, BUMI juga mengalami ARB dengan koreksi 6,92% pada penutupan perdagangan. Disusul oleh ANTM yang terkoreksi 6,87%.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, ada tiga hal yang mempengaruhi kondisi ini. Secara sentimen, para investor menanti perilisan hasil kinerja fundamental emiten.

“Secara teknikal sudah overbought. Secara psikologis sudah terjadi aksi profit taking,” ujarnya kepada TrenAsia.com, Selasa 19 Januari 2021.

Sebelumnya, Antam harus menerima sentimen negatif akibat penipuan ribuan kilogram emas yang dilakukan oleh karyawannya beberapa waktu lalu.

Saham ANTM dipantau merosot sejak pembukaan perdagangan pada Senin, 18 Januari pascakekalahaan perseroan di Pengadilan Negeri Surabaya.

Untuk BBKP, sentimen negatif berasal dari putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang mengabulkan gugatan PT Bosowa Corporindo terhadap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait proses penilaian kembali Pemegang Saham Pengendali Bank Bukopin.

“Itu termasuk sentimen negatif bagi BBKP,” tambah Nafan. (SKO)