IHSG Jeblok 1,22 Persen Gara-Gara Indeks Keyakinan Konsumen Anjlok

09 Agustus 2021 16:41 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Laila Ramdhini

Karyawan melintas di depan layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin, 21 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 1,22% atau sebesar 75,98 poin ke level 6.127,46 pada akhir sesi perdagangan Senin, 9 Agustus 2021. Penurunan indeks komposit sejalan dengan anjloknya indeks keyakinan konsumen (IKK) pada periode Juli 2021.

Berdasarkan data yang dirilis Bank Indonesia (BI), IKK pada Juli 2021 turun tajam menjadi 80,2 dari Juni 2021 yang masih mencatatkan nilai 107,4. Nilai IKK bulan lalu yang berada di bawah angka 100 juga menunjukkan sikap psimistis konsumen terhadap situasi ekonomi saat ini.

Kepala Departemen komunikasi Erwin Haryono mengatakan, menurunnya IKK pada Juli 2021 merupakan implikasi dari restriksi mobilitas. Seperti diketahui, pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 sejak 3 Juli 2021.

“Konsumen mempersepsikan kondisi ekonomi saat ini belum sesuai yang diharapkan, ditengarai sejalan dengan penurunan aktivitas ekonomi dan penghasilan masyarakat yang lebih terbatas karena adanya PPKM Level 4,” ucap Erwin dalam keterangan tertulis, Senin, 9 Agustus 2021.

Erwin menyebut indeks ekspektasi konsumen (IEK) konsumen yang terjun bebas dari 124,4 pada Juni menjadi 93,2 pada Juli 2021 menjadi pemacu utama IKK Juli parkir di level pesimistis. Selain itu, indeks kondisi ekonomi (IKE) juga kompak turun menjadi 67,1 dari sebelumnya 90,3 pada Juni 2021.

Semua kelompok pendapatan mengalami penurunan IKK pada Juli 2021. Meski begitu, kelompok pendapatan Rp1 juta-Rp2 juta diklaim Erwin yang paling memberikan dampak penurunan IKK pada Juli ini.

Efek lain dari menurunnya IKK adalah peningkatan proporsi pendapatan yang disimpan (saving to income ratio). Menurut catatan BI, saving to income ratio mengalami kenaikan dari 14,9% pada Juni menjadi 15,1% pada Juli 2021.

Hingga akhir perdagangan, terdapat 157 saham menguat, 357 saham terkoreksi, dan 142 ditutup pada posisi stagnan. Sektor industri dasar, kesehatan, dan infrastruktur menjadi faktor pemberat utama pada IHSG yang masing-masing terkoreksi 2,02%, 1,57%, dan 1,54%.

Berita Terkait