IHSG Bisa Bullish! Rekomendasi Saham Reliance AGII, ASSA, BBRI, BRPT, MCAS, dan TLKM

14 September 2021 09:32 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Laila Ramdhini

Karyawan melintas dengan latar belakang layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jum’at, 6 November 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bullish pada perdagangan Selasa, 14 September 2021. Beberapa indikator turut mengonfirmasi arah pergerakan yang positif pada perdagangan hari ini.

Kelapa Riset Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi mengatakan pergerakan terkonsolidasi bertahan pada level support MA200 di kisaran 6.062 terlihat pada chart IHSG secara teknikal. Kuatnya IHSG yang mampu bertahan pada level support akan menjadi sinyal positif pada perdagangan selanjutnya. 

Ia menyebut, indikator Stochastic dan RSI terkonsolidasi pada area middle dengan momentum yang bergerak bullish. Sehingga, IHSG berpotensi bergerak menguat pada perdagangan hari ini dengan support resistance 6.063 – 6.144. 

“Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya AGII, ASSA, BBRI, BRPT, MCAS, TLKM,” tulis Lanjar melalui riset hariannya, Selasa, 14 September 2021.

Menurutnya, Bursa Asia bersiap menguat pada perdagangan hari ini setelah Amerika Serikat menghentikan penurunan lima hari berturut-turut menjelang data inflasi yang dapat mempengaruhi ekspektasi dari kemungkinan timeline untuk pengurangan stimulus the Fed. 

Kontrak berjangka di Jepang dan Hong Kong naik, tetapi merosot di Australia. Sementara, kontrak AS naik tipis. S&P 500 naik karena perusahaan energi mempercepat kenaikan setelah minyak mentah memperpanjang penguatan ke level tertinggi enam minggu terakhir. 

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,11% ke level 6.088,16 pada penutupan perdagangan Senin, 13 September 2021. Bahkan, indeks komposit sempat turun hingga 0,69% pada akhir sesi pertama kemarin.

Indeks sektor teknologi dan material dasar yang turun lebih dari setengah persen menjadi pemimpin pelemahan hari ini. Faktor eksternal menjadi pemantik di mana investor bersikap hati-hati akan risiko pemulihan ekonomi global yang lebih lambat.

Berita Terkait