IHSG Betah Konsolidasi, Analis Pilih Saham SMRA, JSMR, KLBF, dan PWON

16 Juni 2021 05:03 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Awak media mengambil gambar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terkonsolidasi hingga melemah pada perdagangan Rabu, 16 Juni 2021. Sejumlah sentimen turut mengiring pergerakan indeks hingga sore nanti.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyebut pergerakan IHSG hingga saat ini terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajarnya dengan support resistance 5.924 hingga 6.123

“Selama resistance level terdekat belum mampu ditembus, maka peluang koreksi wajar masih terbuka lebar,” tulis William melalui riset harian yang diterima TrenAsia.com, Rabu 16 Juni 2021.

Kendati begitu, lanjutnya, masih tercatatnya capital inflow secara year-to-date (ytd) yang menunjukkan kepercayaan investor akan pasar modal Indonesia turut memberikan sentimen bagi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

Dengan analisis tersebut, ia turut membagikan menu-menu saham yang menurutnya layak untuk dicermati. Di antaranya BBCA, GGRM, ITMG, JSMR, TBIG, SMRA, dan KLBF.

Sementara itu, Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menyatakan bahwa IHSG membentuk pola bearish counter attack dan false break resistance dengan pelemahan menguji kembali support moving average 5 hari.

Di sisi lain, indikator Stochastic dan RSI menjenuh pada area dekat overbought dengan MACD bergerak pada kondisi overvalue. Sehingga, ia memprediksi IHSG berpotensi melemah dengan support resistance 6.050 – 6.096.

“Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya ACES, ASRI, BNGA, BSDE, INTP, JSMR, PWON, SMRA, serta UNVR,” papar Lanjar.

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,14% menuju level 6.089.04 pada akhir sesi perdagangan Selasa, 15 Juni 2021. Dalam sehari, terdapat 183 saham ditutup pada zona hijau, 334 saham terkoreksi, dan 135 lainnya berada pada posisi stagnan. (SKO)

Berita Terkait