IHSG Betah di Rentang Konsolidasi,  Indosurya Rekomendasikan Saham Big Caps

10 September 2021 09:19 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Petugas kebersihan berjalan di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (28/2/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Jumat (28/2/2019) ditutup melemah 1,5 persen ke level 5.452. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih berada dalam fase konsolidasi wajar pada perdagangan Jumat, 10 September 2021. Berbagai sentimen akan turut membayangi pergerakan indeks akhir pekan ini.

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan bahwa support resistance IHSG berada pada tentang 5.969-6.202. Menurutnya, sentimen yang minim menjadi salah satu  faktor yang membuat pola gerak masih stagnan.

"Pergerakan IHSG hingga saat ini masih terlihat berada dalam fase konsolidasi wajar dengan potensi tekanan yang masih jauh lebih besar dibanding dengan kemampuan naik," ujarnya melalui riset harian yang diterima TrenAsia.com, Jumat, 10 September 2021.

Selain itu, kata dia, adanya kondisi perlambatan perekonomian yang masih berlangsung juga memberikan pengaruh kurang baik bagi pasar modal. Namun, baginya masih terdapat peluang capital gain yang dapat diraih  dalam jangka panjang dengan saham-saham yang memiliki fundamental apik.

"Hari ini IHSG berpotensi tertekan," tambah William. 

Dengan outlook tersebut, ia merekomendasikan sejumlah saham yang menurutnya dapat dicermati dan menjadi pertimbangan investor. Di antaranya BBCA, AKRA, BBNI, KLBF, PWON, JSMR, TLKM, UNVR, ICBP, dan ASRI. 

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat ke level 6.068,22 pada akhir sesi perdagangan Kamis, 9 September 2021. Pada hari itu, indeks sempat terpental sejenak dari level psikologis 6.000 setelah akhirnya berhasil kembali dan ditutup pada zona hijau.

Berita Terkait