IHSG Bertahan di Level Psikologis 6.000 pada Pekan Kemerdekaan RI

21 Agustus 2021 12:21 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

Karyawan melintas dengam latar pergerkan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan pada level psikologis 6.000 pada pekan Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia. Pada perdagangan Jumat, 20 Agustus 2021, indeks ditutup di level 6.030,77.

Secara keseluruhan selama sepekan, IHSG terkoreksi 1,77% dari posisi 6.139,49 pada penutupan pekan lalu. Koreksi sebesar 1,80% juga terjadi pada nilai kapitalisasi pasar Bursa selama sepekan, menjadi sebesar Rp7.267,79 triliun dari Rp7.400,66 triliun pada pekan sebelumnya. 

Sedangkan, rata-rata volume transaksi harian Bursa turun 3,40% menjadi 22,651 miliar saham dari 23,448 miliar saham pada pekan yang lalu. Rata-rata frekuensi harian Bursa anjlok 7,34% menjadi 1.458.268 transaksi dari 1.573.789 transaksi pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) ambles 10,88%menjadi Rp13,904 triliun dari Rp15,602 triliun pada pekan lalu. Investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp20,097 triliun sepanjang tahun 2021 (year-to-date/ytd).

Pada Jumat, 20 Agustus 2021, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) resmi mencatatkan Obligasi Berkelanjutan V Tower Bersama Infrastructure Tahap I Tahun 2021 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Nomilnya Rp1,2 triliun dengan tingkat bunga tetap 4,25% per tahun dan jangka waktu 370 hari.

Hasil pemeringkatan dari PT Fitch Rating Indonesia (Fitch) untuk surat utang ini adalah AA+(idn) (Double A plus). Sedangkan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat dalam emisi tersebut. 

Sepanjang tahun ini, total emisi obligasi dan sukuk tercatat sebanyak 54 emisi dari 37 emiten dengan nilai Rp56,53 triliun. Adapun total emisi surat utang yang tercatat di BEI sampai dengan saat ini berjumlah 469 emisi dengan outstanding Rp423,45 triliun dan US$47,5 juta.

Jumlah surat utang tersebut diterbitkan oleh 125 emiten. Di sisi lain, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 156 seri dengan nilai nominal Rp4.325,01 triliun dan US$400,00 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp6,20 triliun.

Berita Terkait