Pekan Terakhir Maret 2021, OmFin Rekomendasikan Tiga Saham Pilihan

March 29, 2021, 10:04 AM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Karyawan melintas dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 1 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi rebound pada perdagangan pekan ini, 29 Maret 2021 hingga 2 April 2021 dari periode pekan lalu yang sempat terkoreksi 2,45%.

Selama sepekan, rata-rata nilai transaksi harian bursa susut hingga 6,66% menjadi Rp10,69 triliun dari Rp11,45 triliun pada pekan sebelumnya. Di samping itu, investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) Rp791,27 miliar selama sepekan terakhir.

Berdasarkan pertimbangan itu, CEO Finvesol Consulting Fendy Susianto membagikan rekomendasi tiga saham pilihan yang berpotensi cuan pada pekan ini. Di antaranya PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP).

Pertama, ia merekomendasikan beli saham HRUM pada rentang harga Rp5.600 – Rp5.200 per lembar dengan stop (cut) loss level Rp4.750 per unit. Sedangkan, target jual yang dituju pada harga Rp5.500 hinga Rp6.000.

Kemudian, Fendy merekomendasikan saham TLKM dibeli pada kisaran harga Rp3.400 – Rp3.490 per lembar. Adapun stop loss level ia sarankan dipasang pada level Rp3.300 per lembar saham.

“Target jual saham TLKM pada harga Rp3.600 hingga Rp3.750 per lembar,” ungkap pria yang akrab disapa OmFin tersebut, Senin 29 Maret 2021.

Saham terakhir yang menjadi rekomendasinya yakni BBKP dibeli pada harga Rp470 – Rp488 per lembar dengan cut loss level pada Rp445 per lembar. Target jual OmFin pada saham produsen perbankan ini berada pada harga Rp550 – Rp600 per lembar.

Ulasan Saham Pekan Lalu
Menara Astra milik PT Astra Internasional Tbk. / Astra.co.id

Pada pekan sebelumnya (22-26 Maret 2021), pengampu channel podcast OmFin tersebut merekomendasikan tiga saham yang menurutnya layak untuk dicermati dalam jangka pendek. Ketiga saham tersebut yakni PT Astra International Tbk (ASII), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), serta PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP).

Pada saat itu, ia merekomendasikan beli saham ASII pada rentang harga Rp5.600-Rp5.775 per lembar dengan stop (cut) loss level Rp5.400. Sementara, target jual berada pada rentang harga 6.000 hingga Rp6.400.

Hasilnya, saham ASII ditutup pada harga Rp5.600 per lembar pada akhir sesi perdagangan Jumat, 26 Maret 2021. Dengan begitu, terdapat unrealized profit sebesar 0%.

Sementara itu, sambung Fendy, harga tertinggi saham ASII pada pekan kemarin sudah mencapai Rp5.775 per lembar. “Jadi untuk saham ASII masih running trade ya, sampai minggu depan,” tutur pria yang juga merupakan host OmFin Channel di TrenAsia.com itu.

Kedua, ia merekomendasikan beli saham GGRM dibeli pada kisaran harga Rp36.800 – Rp37.775 per lembar. Adapun stop loss level ia sarankan dipasang pada level Rp36.000 per lembar saham dengan target jual pada harga Rp40.000 hingga Rp40.500 per lembar.

Hingga akhir penutupan perdagangan akhir pekan lalu, saham GGRM ditutup pada level harga Rp36.100 per lembar atau terdapat realisasi kerugian pada stop loss sebesar 2,17%. Padahal, saham produsen rokok ini sempat menyentuh level tertingginya pada harga Rp38.775.

Rekomendasi terakhir OmFin pada pekan sebelumnya jatuh pada saham HMSP dibeli pada harga Rp1.490 – Rp1.535 per lembar dengan cut loss level pada Rp1.400 per lembar. Target jual saham HMSP berada pada harga Rp1.650 per lembar

Saham HMSP pun ditutup pada level harga Rp1.375 per lembar atau terdapat realized loss at stop loss sebesar 3%. HMSP juga telah menyentuh harga tertinggi pada level Rp1.530 per lembar saham.

Dari hasil ulasan tersebut dipastikan dua di antara tiga saham rekomendasi OmFin mengalami kerugian pada level cut loss. Oleh sebab itu, ia mengingatkan betapa pentingnya memasang stop loss level untuk mencegah kerugian yang mendalam.

Nah, jangan lupa tetap invest dan jangan lupa batasi kerugian dengan menggunakan stop loss yang baik dan benar. Cuan party, enggak cuan ngopi,” tutup OmFin.